Ditunggu Sultan HB X, Empat Hal ini Harus Ada Dalam SOP Setiap OPD Menuju New Normal

GUBERNUR DIY Sri Sultan HB X meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan masyarakat dan menyiapkan sarana prasarana (sarpras) masing-masing dalam rangka menghadapi ‘New Normal’ (kenormalan baru).

Penyusunan rancangan SOP pelayanan masyarakat oleh setiap OPD di lingkungan Pemda DIY dengan mitra kerja masing-masing ini ditargetkan rampungpada 4 Juni 2020 mendatang agar bisa segera dipresentasikan kepada Gubernur DIY. Lalu hal apa saja yang akan diatur dalam penyusunan SOP itu ?

Protokol Kesehatan dan Sarpras

“Kami minta setiap OPD secara internal menyusun SOP dan menyiapkan sarpras sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan virus Korona (Covid-19) menghadapi New Normal. Semua harus mempersiapkan dan menyesuaikan segala sesuatunya dengan melibatkan mitra kerja OPD masing-masing,” kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara
Aji usai pertemuan internal dan arahan Gubernur DIY dan Wagub DIY kepada OPD-OPD di lingkungan Pemda DIY di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Kamis (28/5).

Aji mengatakan, selain kesiapan sarpras internal, setiap OPD di DIY diminta membahas SOP pelayanan masyarakat dengan mitra kerja masing-masing dalam rangka menghadapi New Normal yang oleh Pemda disebut sebagai tatanan baru. Sejauh ini, vaksin virus Corona belum ditemukan, sehingga masyarakat harus hidup berdampingan dengan virus tersebut sampai saat ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Aris Riyanta menyampaikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) maupun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah mengeluarkan beberapa Surat Edaran (SE) terkait kesiapan ‘New Normal’. Dalam hal ini, pihaknya telah mendistribusikan kepada pelaku dunia usaha di DIY agar bisa memahami dan mengimplementasikan protokol kesehatan terlebih adanya norma atau tatanan baru yang akan diterapkan nantinya.

Kunci pelaksanaan SOP berlandaskan protokol kesehatan ini membutuhkan kesadaran dan ketaatan dari pelaku usaha di DIY agar bisa membantu memutus mata rantai penularan Covid-19.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Aris Eko Nugroho mengatakan penyusunan SOP tersebut akan tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19, minimal tiga syarat wajib yaitu
memakai masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta menjaga jarak fisik atau physical distancing.

Jam Kerja Normal Sampai Optimalkan TI

“BKD akan memotori dalam membuat SOP kerja ASN seperti kembali ke jam kerja sebelumnya, mekanisme jaga jarak fisik di kantor maupun dalam pelayanan publik. Dinas Perizinan harus berusaha mengoptimalkan teknologi informasi untuk pemberian izin sehingga semaksimal mungkin melakukan layanan jarak jauh dan sebagainya,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI