Diversifikasi Pangan Mendesak Digencarkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Diversifikasi pangan dinilai mendesak untuk digencarkan ke masyarakat luas. Hal ini agar masyarakat tidak sangat bergantung pada satu jenis makanan pokok dan bisa menggantinya dengan bahan pangan lain yang cukup beragam. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Sugeng Darmanto, penyakit tidak menular atau degeneratif saat ini ada kecenderungan terus meningkat.

"Salah satu penyebabnya ialah pola konsumsi makan. Ini yang mendorong kami untuk mensosialisasikan pentingnya diversifikasi pangan, terutama non beras," tandasnya.

Pada lomba diversifikasi pangan yang digelar kemarin, seluruh peserta diminta menyusun menu lengkap dari sarapan, makan siang dan makan malam dengan bahan non beras yang sehat dan bergizi. Bahan tersebut di antaranya ketela, singkong, pisang, jagung maupun kentang.

Bahan-bahan tersebut merupakan sumber karbohidrat pengganti beras yang mudah didapat. Sugeng menambahkan, pemenang lomba akan diajukan ke tingkat DIY untuk kemudian disandingkan dengan kabupaten lain.

Pada tahun lalu, tim dari Kecamatan Gedongtengen menjadi yang terbaik di tingkat Kota Yogya dan memenangi lomba di tingkat DIY. Sehingga tahun ini akan maju dalam lomba di tingkat nasional di Bangka Belitung.

"Menu olahan pangan non beras ini juga akan kami susun dalam buku panduan. Sehingga nantinya bisa memudahkan masyarakat ketika hendak membuat olahan," katanya.

Menurut Sugeng, untuk menggencarkan diversifikasi pangan non beras bukan perkara mudah. Hal ini lantaran beras sudah menjadi makanan pokok oleh masyarakat. Sehingga, biasanya warga baru bersedia beralih pola makan ketika sudah tervonis oleh penyakit tertentu yang mengharuskannya memperhatikan asupan pangan.

Sementara Ketua Penggerak PKK Kota Yogya Tri Kirana Muslidatun, berharap peran PKK di wilayah bisa dimaksimalkan untuk mensukseskan diversifikasi pangan. Apalagi hasil olahan pangan non beras yang dilombakan kali ini sangat beragam dan memiliki rasa yang lezat.

"Memang sudah harus digalakkan bagaimana menciptakan pangan yang bervariasi dari bahan yang mudah didapat. Jangan hanya bergantung dari satu jenis makanan supaya bisa menjaga ketahanan pangan," jelasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI