Diwarnai Penolakan Kubu Kontra, Driver Online DIY Kantongi SIM A Umum Subsidi

YOGYA, KRJOGJA.com – Puluhan driver online dari wilayah DIY, Minggu (11/3/2018) mengikuti proses pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) A Umum di Unit Pelayanan SIM Satlantas Polresta Yogyakarta. Para driver ini mendapatkan subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan CSR sehingga hanya harus membayar Rp 170 ribu dari yang seharusnya lebih dari Rp 1 juta.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Kapolri Jendral Tito Karnavian meninjau secara langsung dan mengecek proses pembuatan SIM para driver online tersebut. Kapolri bahkan memantau langsung tiap proses yang dilalui para driver mulai dari pengumpulam formulir, ujian hingga menanti SIM jadi.

Kepada wartawan usai peninjauan, Menhub mengatakan pemberian subsidi bagi driver online dilakukan maraton di 10 kota besar Indonesia di mana salah satunya Yogyakarta. Menurut Budi Karya, adanya mandat untuk mengutamakan keselamatan penumpang menjadi alasan utama pemerintah memberikan subsidi pengurusan SIM A Umum tersebut.

“Kami ingin semua driver baik online maupun konvensional memiliki SIM A Umum ini. 10 bulan kedepan secara maraton kami memberikan subsidi pengurusan SIM A Umum bagi driver online di 10 kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Palembang, Surabaya dan Makassar,” terang Menhub.

Sementara Kapolri menambahkan fenomena taksi online tak bisa dibendung karena perkembangan teknologi yang terjadi saat ini. Namun demikian, pemerintah harus membuat regulasi agar tidak merugikan pihak lain salah satunya taksi konvensional.

“Kita tak bisa menghindar dari kemajuan teknologi yang menguntungkan publik. Tapi tetap tak boleh merugikan taksi konvensional. Solusinya taksi online harus diatur dan disepakati memberikan SIM A Umum artinya taksi online dianggap kendaraan umum,” ungkapnya.

Sementara puluhan driver online dari beberapa paguyuban yang menolak Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 108 tahun 2017 berkumpul di luar area Unit Pelayanan SIM Satlantas Polresta Yogyakarta. Mereka menyayangkan adanya subsidi pembuatan SIM A umum yang diartikan sebagai pemberlakuan Permenhub 108 dan rekan sesama pengemudi online yang bersedia mengurus SIM tersebut.

“Seharusnya tidak ada (pembuatan SIM A Umum) untuk online karena masih banyak yang belum terayomi dengan Permenhub 108, driver di DIY masih tegas menolak. Hasil dialog di Istana Negara bahwa akan dirumuskan lagi peraturan yang mengakomodasi semua pihak, kami diminta duduk bersama merumuskan aturan baru. Tapi ini malah ada seperti ini, tolonglah dihormati status quo kami,” ungkap Nurahadi perwakilan Front Indonesia DIY Jateng penolak Permenhub 108.

Kuota taksi online untuk wilayah DIY sendiri berdasar Peraturan Gubernur DIY tercatat 496 unit. Hingga saat ini baru 80 driver yang mengajukan pengurusan SIM A Umum di Ditlantas Polda DIY. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI