DIY Antisipasi Munculnya Klaster Perkantoran

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Penyebaran virus Covid-19 di DIY melalui perkantoran menjadi perhatian Pemda DIY. Terlebih sudah ada laporan model penyebaran tersebut di Jakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji mengungkapkan, adanya temuan klaster perkantoran yang terjadi di Jakarta menjadi perhatian Pemda DIY. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan, Pemda DIY menerapkan protokol ketat terhadap PNS dan pegawai di setiap kantor pemerintahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu protokol ketat yang sudah diterapkan di DIY adalah tidak adanya presensi sidik jari ke para pegawai ke alat pemindai. Sebagai ganti presensi dilakukan menggunakan handphone masing-masing.

“Apabila ada karyawan yang sakit mengarah ke tanda-tanda Covid-19 tidak diizinkan masuk kantor dan dipersilakan untuk menjalani karantina mandiri di rumah. Jika gejala tidak kunjung membaik maka diperiksakan ke rumah sakit,”ujarnya.

Terkait perlunya dilakukan test swab massal kepada para pegawai, Baskoro Aji menyakatan tidak perlu. “Karena OPD lebih mudah memantau mengingat setiap hari berinteraksi dan bisa pantau perkembangan per orang. Meski begitu kami tetap memperketat perjalanan dinas luar kota. Setiap pegawai yang usai melakukan perjalanan dinas pun harus menjalani karantina dan pemeriksaan Covid,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI