DIY Bersiap Punya Akademi Dai Indonesia

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Yayasan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) DIY, Minggu (17/3/2019) menggelar pelantikan pengurus baru bertempat di auditorium kantor DPD RI DIY Jalan Kusumanegara. Secara resmi Ir H Cholid Mahmud MT dilantik menggantikan almarhum KH Sunardi Syahuri menjadi ketua umum DDII DIY.

Pelantikan sekaligus pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat Drs Muhammad Siddiq. Kepada wartawan usai pelantikan, Siddiq mengungkap bawasanya yayasan DDII terus berikrar menyuarakan kebhinekaan di Indonesia sesuai arahan pendiri yakni Mohammad Natsir pada 1967 lalu.

“Kebhinekaan itu keyakinan kita dan harus kita cerminkan dalam hidup sehari-hari. Kami percaya bahwa kepengurusan baru DDII DIY dibawah Pak Cholid Mahmud bisa terus mempertahankan semangat tersebut karena Islam itu menjunjung tinggi perbedaan, kemerdekaan tiap-tiap manusia,” ungkapnya.

Siddiq juga mengungkap Yayasan DDII saat ini telah memiliki Akademi Dai Indonesia (ADI) yang baru tersebar di 14 wilayah Indonesia. Ia berharap, DIY kedepan bisa memiliki akademi setara Diploma 2 tersebut untuk memenuhi kebutuhan dai di tengah masyarakat.

“ADI ini diakui Kementrian Agama (Kemenag) dan pendidikannya setara Diploma 2 yakni 2 tahun. Insyallah sebentar lagi di DIY punya karena secara aspek penunjangnya sudah lengkap termasuk dosen-dosennya,” ungkapnya lagi.

Sementara Ketua Umum DDII DIY, Cholid Mahmud menyampaikan bawasanya di DIY kebutuhan dai memang dirasakan cukup besar. Adanya masjid yang menyampaikan kekurangan pendakwah menurut dia menjadi bahan evaluasi untuk nantinya menentukan program kerja kedepan.

“Adanya masjid yang masih belum punya dai, atau kekurangan dai ini menjadi masukan penting bagi kami di DDII DIY. Kami akan rapatkan nantinya untuk menentukan formulasi tepat mengurai karena DDII ini yayasan dan berkolaborasi dengan banyak pihak,” terangnya.

Sementara terkait ADI yang telah ada di 14 wilayah Indonesia menurut Cholid akan dimatangkan kedepan agar bisa segera dibuat di DIY. “ADI ini nanti akan kita rapatkan, kalau bisa sesegera mungkin. Namun begitu karena ini jelang Ramadhan dan kebutuhan dai itu mendesak mungkin dalam waktu dekat diadakan pelatihan singkat dakwah, paling tidak agar para dai yang ada ini tidak kehabisan materi kultum di masa Ramadhan nanti,” sambung Cholid.

Sementara secara tegas, DDII DIY juga menyatakan tidak terlibat dalam politik praktis pemilu 2019. Meski Cholif tercatat sebagai calon DPD RI, namun ia memastikan netralitas Yayasan DDII DIY di pemilu 2019.

“DDII tidak berpolitik praktis tapi lebih pada memberikan pemahaman politik secara utuh untuk ikut mensukseskan pemilu. Di masa pemilu ini kami sampaikan apa yang menurut kami baik. Bukan politik praktis ke orang A atau B tapi utamannya memberikan pemahaman untuk memilih sesuai apa yang diyakini,” pungkasnya. (Fxh)

 

 

Dai

BERITA REKOMENDASI