DIY Harus Selesaikan ‘Darurat Kesehatan’ Covid-19

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Permasalahan penanganan kesehatan untuk pasien Covid-19 masih terus terjadi di DIY hingga saat ini. Jumlah kasus aktif terus meningkat tercatat 5.192 (per 15 Januari 2021) demikian pula kasus meninggal dunia mencapai 367 orang.

Di sisi lain, kapasitas ruang perawatan juga mulai kurang dengan adanya lonjakan pasien sejak akhir tahun lalu. Sebanyak 27 rumah sakit rujukan di DIY ternyata kesulitan menangani terutama pasien yang membutuhkan ventilator.

Dinas Kesehatan DIY melalui kepalanya, Pembajun Setyaningastutie mengatakan sangat mungkin menambah kapasitas ruang perawatan dan membeli peralatan penunjang. Namun, DIY mengalami kesulitan mendapatkan Sumber Daya Manusia tenaga kesehatan untuk mengampu para pasien dan pengoperasian peralatan.

Pemda DIY sempat membuka lowongan pekerjaan nakes sebanyak 200 orang, namun hingga tahap akhir siap kerja, tinggal 26 pendaftar yang tersisa. Sebagian besar mundur karena tak mendapat ijin keluarga menangani pasien Covid-19.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana meminta Pemda untuk tetap berupaya merekrut tenaga kesehatan dan menambah kapasitas perawatan pasien di DIY. Dewan menurut Huda siap membackup dari segi anggaran untuk mencukupi kebutuhan mendesak itu.

“Rekrutmen nakes sangat urgen dan sesegera mungkin harus dilakukan oleh dinas kesehatan. Tolong diberikan insentif dan jaminan keamanan yang selayak-layaknya. Pekerjaan ini berisiko tapi harus dilakukan.
Apalagi menteri kesehatan sudah menurunkan standar, boleh rekrut yang belum bersertifikat karena darurat. Tolong jangan takut anggaran, jika kurang silakan gunakan tambahan Biaya Tidak Terduga. Jika masih juga kurang silakan lakukan relokasi anggaran lagi, intinya warga DIY semaksimal mungkin harus tertangani jika memerlukan perawatan kesehatan,” ungkap Huda melalui pernyataan tertulis, Sabtu (16/01/2021).

Saat ini menurut Huda, jika terkena Covid-19 dan bergejala sangat sulit mendapatkan perawatan. DIY menurut dia harus mengakui kondisi darurat di rumah sakit dan layanan kesehatan saat ini.

“Ini adalah akibat peristiwa keramaian akhir dan awal tahun ini, PTKM sedang diterapkan semoga bisa menurunkan kasus. Tetapi yang sakit harus bisa dirawat. Mohon insentif tenaga kesehatan dan keamanan mereka dijadikan prioritas, jangan sampai kurang apalagi terlambat,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI