DIY Mulai Masuk Pancaroba, Berikut Tanda-tandanya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sleman menjelaskan, saat ini wilayah DIY dan sekitarnya sudah memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau. Hal ini ditandai dengan meningkatnya cuaca ekstrem.

”Salah satu tandanya dengan pola angin yang tidak konsisten atau sering berubah arah. Dan sudah mulai terjadi,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reny Kraningtyas.

Salah satu ciri cuaca ekstrem, jika di suatu lokasi kondisi cuacanya panas. Tiba-tiba ada hujan deras, disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi sampai bulan April.

”Kepada masyarakat, kami imbau tetap waspada. Karena hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih akan berpotensi terjadi yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun baliho roboh,” jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terutama terhadap lingkungan disekitarnya. “Sampai saat ini terus melakukan inventarisasi data dampak hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur hampir diseluruh wilayah DIY pada Minggu (04/04/2021) sekitar pukul 13.00 WIB. Dampak pohon tumbang, baliho roboh kerusakan bangunan dan peningkatan debit sungai. Laporan situasi terkini akan terus kami update, meski begitu kami minta agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan,” kata Kabid Penanganan Darurat BPBD DIY, Danang Samsurizal di Yogyakarta.

Danang mengatakan, apabila dilihat dari informasi yang ada di DIY, dalam musim pancaroba (peralihan) kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di DIY. Untuk itu disamping meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap hal-hal yang rentan terhadap kemungkinan terkena hujan lebat dan angin yang bisa menimbulkan dampak negatif.

Contohnya apabila terjadi hujan disertai angin kencang, maka diminta segera menghindar, mencari tempat berlindung dan menyelamatkan diri. Selain itu seandainya ada pohon atau dahan yang mulai terlihat rapuh sebaiknya dipangkas guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dengan adanya kejadian yang terjadi pada Minggu (04/04/2021), pihaknya meminta semua pihak harus semakin waspada dengan kondisi cuaca ekstrem. Karena dampak dari adanya hujan lebat disertai angin kencang telah mengakibatkan adanya pohon tumbang, kerusakan bangunan, jaringan listrik, tempat usaha dan akses jalan terganggu. Baik di Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Sleman,” paparnya. (Awh/Ria)

BERITA REKOMENDASI