DIY Rancang Keringanan untuk Insan Wisata dan Seniman

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY tengah memikirkan insentif dan program untuk meringankan beban ekonomi pelaku pariwisata dan kreatif. Pasalnya, sampai saat ini hampir setahun pandemi melanda yang berarti juga puasa untuk mereka.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan saat ini merupakan masa terberat bagi masyarakat di berbagai lapisan karena pandemi yang tak kunjung usai. Pariwisata tak bisa berjalan karena adanya berbagai kebijakan pembatasan, pun seniman yang seharusnya tampil di panggung praktis tak bisa bekerja karena kerumunan.

“Masyarakat di bawah itu berat sekali, terkait kwhidupan mereka. Orang kecil termasuk pekerja dan seniman tak bisa pentas, kemungkinan kita akan ubah kebijakan. Pentas seni itu penghasilan bagi budayawan tapi ada kerumunan, kami sudah minta ada virtual dan live streaming yang memungkinkan bahkan orang sedunia bisa lihat. Entah seniman ketoprak, atau apapun bisa jalan karena sudah sangat lama berpuasa pentas. Kondisi riil orang-orang harus bisa diperhatikan,” ungkap Sultan.

Di sisi lain, kemungkinan relaksasi ekonomi juga tengah menjadi perhatian Pemda DIY yang harapannya segera direalisasikan. Apalagi, beberapa waktu terakhir banyak insan pariwisata yang tak lagi bisa bertahan hingga akhirnya menutup ruang usahanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sudah 50 hotel di DIY yang menutup usaha dan menjual propertinya akibat diterjang pandemi. Selain itu, Sultan juga mengaku sedang memikirkan cara memberikan stimulus ekonomi pada insan terdampak.

“Relaksasi ekonomi, kami baru rapat dengan gabungan beberapa organisasi industri wisata, kreatif, objek wisata, rumah makan, ada hotel, ada perhimpunan guide juga tadi kami bertemu, dialog. Di sini OJK sudah mengeluarkan keputusan memperpanjang kredit dan sebagainya sampai 2022 tak sekedar satu tahun. Mereka juga minta stimulus akan saya bicarakan termasuk untuk seniman,” sambung Sultan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI