DIY Segera Siapkan Kawasan Perekonomian

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY maupun kabupaten/kota telah mempersiapkan keberadaan kawasan perekonomian menyambut kehadiran bandara internasional di Kulonprogo yang bakal beroperasional 2019. Kehadiran bandara baru ini akan menjadi trigger pertumbuhan kawasan perekonomian baru di DIY sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mensejahterakan masyarakat.

"Saat ini sendang 'running', artinya dari sisi administrasi, lahan dan perizinan dan sebagainya sekarang tinggal kesiapkan investornya. Kita tunggu kesiapan investornya untuk masuk di kawasan industri dan kini baru dipersiapkan 100 Hektare yang di Izin Penetapan Lokasi (IPL) dari total 300 Hektare," kata Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Gatot Saptadi kepada KRjogja.com di Bangsal Kepatihan, Kamis (22/09/2016).

Menurutnya dengan kehadiran bandara baru yang ditargetkan beroperasional 2019 mendatang ini tidak semata-mata menjadi pintu gerbang keluar masuknya penumpang dan justru lari keluar DIY nantinya. Bandara itu juga bukan demi kepentingan Kulonprogo semata, namun bagi DIY.

"Kita harus mulai siapkan sebaiknya-baiknya kawasan-kawasan perekonomian baik untuk industri maupun pariwisata seperti Geopark, Candi Prambanan, Kraton Yogyakarta dan lain-lain. Tidak hanya fisik destinasinya saja, tetapi pelayanan harus ditingkatkan kualitasnya yang ideanya benar-benar beda dan semua mampir ke DIY," papar Mantan Pejabat Bupati Sleman ini.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono telah meminta untuk mempersiapkan Kawasan Menoreh dengan luas lahan 250 Hektare menyambut adanya bandara baru di Kulonprogo. Kawasan Menoreh ini intinya akan dikembangkan sebagai kawasan pariwisata.

Menurut Sultan, jangan sampai masyarakat hanya puas dan terlena dengan dibangunnya bandara baru tersebut namun tidak mendapatkan apa-apa.  Pemda DIY harus siap baik melalui anggaran yang dimiliki Pemda DIY maupun investasi dari pihak luar. (Ira)

BERITA REKOMENDASI