DIY Siap Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak-anak

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Indonesia akan mulai melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 12 hingga 17 tahun. Hal ini menyusul diterbitkannya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) supaya vaksin Sinovac bisa digunakan imunisasi pada usia tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie menyampaikan Pemda DIY sudah merencanakan vaksinasi Covid-19 pada anak-anak usia 12 hingga di bawah 18 tahun. Namun permasalahnya vaksin Sinovacnya belum datang sehingga jadwal pelaksanaan imunisasinya masih menunggu pendistribusian vaksin tersebut dari pusat.

“Kita sudah merencanakan vaksinasi Covid-19 pada anak usia 12 hingga 17 tahun tetapi kan masalahnya vaksinnya belum datang yang rencananya dari pusat memang mau menggunakan vaksin Sinovac.Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY terkait pelaksanaan imunisasi anak usia 12 hingga 17 tahun untuk institusi pendidikan formal yang lebih mudah,” paparnya di Yogyakarta, Rabu (30/06/2021).

Pembajun menjelaskan vaksinasi Covid-19 terhadap anak-anak di lingkungan institusi pendidikan formal lebih mudah dilakukan karena sudah terbiasa menggunakan bulan imunisasi anak seperti yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan problematikanya justru pelaksanaan vaksinasi anak di luar institusi pendidikan formal alias informal karena harus dilakukan pendataan baik yang berada di jalanan, di panti asuhan dan sebagainya.

“Jadi kita akan bergerak melaksanakan vaksinasi Covid-19 anak-anak yang di institusi pendidikan formal karena lebih mudah, baru non formal kayak seperti sekarang karena faktor resiko besar. Kalau anak-anak yang non formal kan harus cari dulu datanya , tetapi yang jelas kita akan tetap lakukan vaksinasi anak menunggu vaksinnya datang, Saya setuju vaksinasi Covid-19 ini diprioritaskan bagi warga lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan diantaranya anak-anak,” ungkapnya.

Ahli Epidemiologi UGM Riris Andono Ahmad mengaku vaksinasi Covid-19 kepada anak-anak ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan sekali oleh masyarakat. Sebab BPOM sudah mengeluarkan lampu hijau penggunaan vaksin Covid-19 ini bagi anak-anak.

“Saya kebetulan tidak mempunyai dokumen aspek safety yang ada disitu, tapi saya berpatokan pada persetujuan BPOM menjadi salah satu indikasi itu bisa dinilai. BPOM sudah sangat ketat mengeluarkan persetujuan terhadap suatu obat, jadi vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak bukan hal yang perlu dikhawatirkan sekali,” pungkas Anggota Tim Perencanaan Data dan Analis Satgas Covid-19 DIY tersebut. (Ira)

BERITA REKOMENDASI