DIY Siapkan Lahan 5.000 Hektar Bagi Kedelai Lokal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan program bantuan subsidi benih kedelai varietas lokal hingga pupuk bagi petani yang mau menanam. Salah satunya di DIY yang siap mengembangkan lahan pertanian seluas 5.000 Hektar untuk ditanami kedelai varietas lokal seperti Grobogan, Anjasmara dan sebagainya.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Syam Arjayanti menyampaikan produksi kedelai lokal di DIY terus menurun sejak lima tahun terakhir ini. DIY hanya mampu memproduksi sebanyak 8.506 ton sedangkan kebutuhannya mencapai 38.823 ton pada 2020 lalu sehingga tidak heran mendatangkan dan memiliki ketergantungan tinggi terhadap kedelai impor.

“Padahal dari pusat sudah siap memberikan bantuan terkait tentang kedelai lokal, tetapi kita susah mencari petaninya. Karena petani mau menanam kedelai lokal tidak hanya bicara tentang usaha tani saja, tapi bagaimana terkait tentang harga dan pemasaran,” tandas Syam di Yogyakarta, Rabu (06/01/2021) kemarin.

Syam menjelaskan tidak hanya kesulitan mencari petani yang mau menanam kedelai lokal, alasan lainnya adalah selisih harga atau disparitas dengan kedelai impor cukup tinggi. Bahkan pemerintah pusat tidak ada pembatasan kuota impor kedelai sehingga ketergantungannya sangat tinggi.

“Posisi harga antara kedelai lokal dan kedelai impor tidak begitu jauh seiring kenaikan harga kedelai dunia. Artinya kedelai lokal bisa bersaing dengan impor maka bisa momentum bagus, dan petani tertarik untuk menanam,” imbuhnya.

Pihaknya siap mengembangkan 5000 hektar yang akan mendapatkan bantuan dari APBN tahun ini. Baru tiga kabupaten yaitu Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo yang bersedia untuk menanam kedelai lokal tersebut setelah diusulkan di tahun sebelumnya, sedangkan Sleman tidak mengusulkan. Gunungkidul sebenarnya sudah menanam kedelai lokal tetapi hanya sebagai sisipan sebelum padi panen.

“Dengan adanya bantuan benih kedelai lokal hingga pupuk dari Kementan ini, tujuan akhirnya jelas sebagai upaya untuk menggenjot produksi. Karena kita ingin memenuhi kebutuhan produksi kedelai di DIY, walaupun belum bisa sepenuhnya tetapi setidaknya bisa mengurangi ketergantungan kedelai impor,”ungkap Syam.

DPKP DIY berharap dengan target 5.000 hektare untuk kedelai lokal ini bisa menambah penyerapan kedelai lokal dan mengganti yang impor paling tidak 50 persen. Sebab jika DIY tergantung kedelai impor dari negara lain, sedangkan konsumsi tinggi maka akan mudah diombang-ambingkan pada saat ketersediaan di tingkat dunia kurang dikarenakan permintaan meningkat. (Ira)

BERITA REKOMENDASI