DIY Tak Mau Tergesa-gesa Pembelajaran Tatap Muka

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY tidak ingin tergesa-gesa melaksanakan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 di DIY. Keputusan tersebut guna mengantisipasi munculnya klaster baru penyebaran virus Korona dari sekolah nantinya.

“Kita tidak buru-buru membuka pendidikan tatap muka khususnya anak-anak Taman Kanakkanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah DIY. Kita awali dulu pembelajaran tatap muka dari tingkat perguruan tinggi yaitu mahasiswa secara bertahap dan tidak boleh satu kampus itu masuk bareng,” jelas Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji di Bangsal Kepatihan.

Baskara Aji menyampaikan pembelajaran tatap muka atau luar jaringan (luring) bagi mahasiswa ini akan dilakukan uji coba terlebih dahulu. Jika mahasiswa tersebut selama uji coba pembelajaran tatap muka baik-baik saja, maka akan ditindaklanjuti dengan pembukaan luring di SMA dan seterusnya secara berjenjang dan bertahap.

“Kita akan lakukan evaluasi terlebih dahulu apabila sudah dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka di kampus. Jika yang senior sudah baik baru kita buka, namun kalau belum beres ya kita perbaiki,” tambahnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY ini menegaskan Pemda DIY sudah sampaikan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) Wilayah V terkait hasil koordinasi dengan para rektor perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di DIY. Intinya perguruan tinggi yang memang sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan baik dipersilakan berkoordinasi dengan L2 Dikti untuk bisa dilakukan dimulainya pembelajaran tatap muka.

“Yang ingin saya sampaikan, tidak boleh seluruh mahasiswa itu datang tetapi bertahap kalau perlu bergantian dengan berkoordinasi dengan pemilik rumah indekos supaya saat mereka datang bisa karantina wajib 14 hari di kosan masing-masing. Kelengkapan infrastruktur protokol kesehatan harus ditegakkan baik di kos maupun kampus,” terang Baskara Aji.

Terpisah Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya SE MPd mengungkapkan, kasus positif di DIY yang masih naik turun menjadi salah satu pertimbangan dari Pemda DIY untuk tidak terburuburu melaksanakan pembelajaran tatap muka. Untuk itu DIY belum berencana melakukan pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat.

Karena pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid19 harus melalui tahapan yang ketat. Mulai dari prakondisi, timing, prioritas, koordinasi pusat dan daerah, hingga monitoring dan evaluasi.

“Jadi kalau mau membuka sekolah harus dipastikan terlebih dahulu sekolahnya siap. Begitu pula dengan guru, fasilitas serta harus ada persetujuan dari orangtua siswa. Semua itu kami lakukan untuk mengantisipasi adanya klaster baru yang terjadi di lingkungan sekolah, sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah,” jelas Didik. (Ria/Ira/Bag)

BERITA REKOMENDASI