DIY Tak Menerima Wisatawan Rombongan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Lonjakan kasus positif yang terjadi di DIY dalam beberapa waktu terakhir membuat Pemda DIY belum bisa membuka pintu wisatawan yang datang dengan rombongan. Meski sektor pariwisata di DIY menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat dan penyumbang PAD terbesar, penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat dan disiplin. Semua itu perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

”Perekonomian di DIY pelan-pelan tetap harus digeliatkan, salah satunya lewat sektor pariwisata. Meski begitu protokol kesehatan tidak boleh kita abaikan. Kalau kita menutup diri sama sekali karena alasan kesehatan, tentu nanti ada permasalahan atau kesulitan pengembangan ekonomi masyarakat. Jadi meski tidak mudah, pilihannya dua-duanya mau tidak mau kita laksanakan ,”kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji di ruang kerjanya, Rabu (22/07/2020)

Baskara Aji mengungkapkan, guna menekan terjadinya penambahan atau penularan kasus positif sejumlah upaya terus dilakukan oleh Pemda DIY. Salah satunya dengan melakukan pembatasan wisatawan yang datang ke objek wisata.

Bahkan sebagai bentuk komitmen dalam penegakan protokol kesehatan, DIY tidak akan menerima rombongan bus isi 50 penumpang diisi 50 orang. Karena ada protokol kesehatan yang harus ditaati, sehingga maksimal hanya 70 persen yang boleh diisi. Begitu pula tempat wisata tidak boleh menerima wisatawan terlalu banyak dengan harapan jumlah kasus positif bisa dikurangi.

”Bagi tempat wisata tertentu yang belum mendaftarkan tempatnya untuk bisa dikunjungi, tetap harus minta rekomendasi melalui asosiasi. Nantinya objek wisata itu akan dicek kelengkapan sarana prasarana untuk mengikuti protokol kesehatan. Apabila sarana prasaranannya mencukupi baru akan diberikan rekomendasi,”terang Baskara Aji. (Ira/Ria/Bmp)

BERITA REKOMENDASI