DIY Terapkan Investasi Inklusif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Prospek investasi harus disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi perekonomian yang ada di DIY saat ini yaitu sumber daya manusia (SDM), pariwisata dan budaya. Ketiga sektor inilah yang menjadi penggerak perekonomian DIY di mana investasi yang inklusif dapat memanfaatkan SDM, promosi pariwisata dan budaya tersebut.

Kepala Badan Kerja sama dan Penanaman Modal (BKPM) DIY Arief Hidayat mengatakan, pertumbuhan ekonomi DIY antara lain didukung oleh pesatnya pembangunan infrastruktur. Berarti infrastruktur yang sudah ada, terutama yang berada di bandara bisa merealisasikan investasi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi di DIY tidak boleh eksklusif tetapi inklusif melibatkan semua masyarakat yang intinya jangan hanya di satu lokasi dan dinikmati orang tertentu, tetapi harus disebar dan merata supaya inklusif.

“Jadi infrastruktur hanya sebagai salah satu motor pengerak saja bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana menciptakan peningkatan produksi baik barang maupun jasa di DIY justru yang paling penting. Pertumbuhan ekonomi DIY tidak hanya didukung maraknya pembangunan infrastruktur semata yang sesaat, tetapi kalau produknya akan terus menerus berkesinambungan,” ujar Arief.

Menurut Arief, untuk mewujudkan investasi yang inklusif tersebut diperlukan kerja sama dan sinergi baik dari Bank Indonesia (BI), pemerintah, pelaku, akademisi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder lainnya. Sebab investasi inklusif yang diharapkan Pemda DIY adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di DIY karena disitulah investor masuk.

“Orang tidak mungkin atau belum tentu berinvestasi ke DIY jika tidak didukung iklim, regulasi dan kesiapan lahannya. Jadi pertumbuhan ekonomi di DIY yang diharapkan inklusif yang berkelanjutan ini lebih ditekankan peningkatan kualitas produk baik barang dan jasa lokal supaya bisa terus berproduksi,” tandasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI