DIY Turun Level II, Sultan Ingatkan Warga Kasus Masih Fluktuatif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah pusat menetapkan DIY turun ke PPKM Level II per Selasa (19/10/2021) hari ini. Beberapa pelonggaran dilakukan seperti pembukaan sektor pariwisata dengan kapasitas 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan dari Kementrian Kesehatan.

Penurunan level PPKM di satu sisi menjadi indikator baik bagi pemulihan ekonomi DIY karena sektor pariwisata mulai terbuka tak malu-malu. Namun, di sisi lain muncul kekhawatiran karena kasus penularan masih fluktuatif meski jumlahnya mengalami penurunan jauh dibandingkan tiga bulan ke belakang.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengingatkan agar warga masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah diperbolehkan berwisata. Sultan berharap masyarakat bisa taat prokes agar kedepan tidak terjadi lonjakan penularan yang akan berdampak lagi pada kebijakan pembatasan.

“Ya mau bagaimana lagi, keputusannya sudah keluar. Ya masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan, bagaimanapun kondisi masih fluktuatif,” ungkap Sultan pada wartawan.

Sultan juga mengharapkan agar warga bisa memfilter keinginan keluar rumah sebagai langkah meminimalisir kemungkinan penularan kasus. “Ya kalau ndak perlu ndak usah pergilah. Penting hati-hati, kalau ndak perlu ndak usah pergi,” imbuh Sultan mengingatkan.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo mengungkapkan meski sektor pariwisata dibuka, ada sejumlah syarat yang ditetapkan bagi pengelola wisata. Syarat ini bahkan jadi patokan bagi wisatawan yang berkunjung ke DIY.

“Yang pertama tentu kita masih mengacu pada intruksi mentri dalam negeri. Itu kan disebutkan di level 2 tempat wisata diperbolehkan untuk dibuka kapasitas 25 persen. Wajib melakukan skrining bagi pengunjung. Pengelola wisata juga memiliki QR Code peduli lindungi. Aplikasi ini untuk melakukan skrining pengunjung destinasi wisata,” ungkap Singgih.

Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk memastikan penerapan aplikasi PeduliLindungi agar pergerakan wisatawan bisa terpantau. DIY juga menerapkan aplikasi Visiting Jogja yang sudah terintegrasi dengan PeduliLindungi.

Meski demikian, tampaknya pengawasan di lapangan harus benar-benar serius. Pasalnya, sejak beberapa waktu terakhir destinasi wisata seperti Malioboro sudah ramai dikunjungi wisatawan dan bahkan mereka terkesan abai dengan protokol kesehatan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI