Doa Bersama PPMAY, Berharap Lewati Pandemi dengan Kebijakan yang Mendukung

Editor: Agus Sigit

TEPAT Pukul 20.08 WIB, Senin (8/8) malam di waktu dan angka yang cantik 8888 saat toko tutup karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), puluhan pengusaha pemilik toko anggota Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) dengan melibatkan sebagian karyawannya menggelar Doa Bersama dengan membawa lilin dan bendera kertas merah putih di tangan.

Acara yang dihelat di Jalan Malioboro, depan Toko Obat Sumber Husodo ini juga dilaksanakan dengan semangat menyambut Kemerdekaan RI memenuhi prokes. Doa bersama disampaikan perwakilan anggota PPMY dari enam agama di Indonesia yakni Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu secara bergantian.

“Semoga kita segera melewati masa sulit ini, dan Allah SWT melindungi kita,” doa Sodikin, salah seorang pengusaha yang.memimpin doa secara Islam. Mereka berdoa agar kondisi lebih baik, juga mengirimkan doa pada keluarga atau masyarakat yang sudah berpulang terlebih dahulu terutama karena terpapar Covid-19. “Kami juga berharap para pemangku kebijakan, dalam hal ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, bisa memperlakukan kebijakan yang win-win solution bagi semua pihak,” ucap Sodikin yang juga Ketua 1 PPMAY mewakili Ketua Umum PPMAY Sadana Mulyono yang berhalangan hadir.

Sodikin menyebutkan kebijakan PPKM membuat bisnis terjun bebas. “Bahkan sehari toko saya hanya laku total Rp 200.000 jauh dari biaya operasional yang harus dikeluarkan,” tutur pemilik Oblong Van Jogja ini. Bahkan Eddy pemilik Toko Tas dan Sepatu Dallas yang legendaris di Malioboro ini menyebutkan niatnya untuk beralih profesi dari berjualan di Malioboro ke usaha yang lain. “Toko seluaa 150 m2 dengan bangunan 4 lantai di Malioboro sudah saya tawarkan Rp 12 Miliar, dalam kondisi seperti ini ternyata tidak mudah mencari pembeli,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI