Dorong Investasi di Sektor Pendidikan DIY Agar Lebih Maju

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama penopang perekonomian DIY, selain pariwisata. Di era pandemi ini, di mana tekonologi informasi (digital) berkembang lebih cepat, perlu dimanfaatkan untuk mendorong sektor pendidikan di DIY agar lebih maju lagi.

Demikian dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY GKR Mangkubumi saat membuka Webinar bertajuk ‘Investing and Empowering Yogyakarta Education Sector through Innovation, Critical Thinking and Competency Base Learning’, Selasa (15/6). Webinar diselenggarakan oleh Royal Blue Lantern Foundation dan Pintek didukung Kadin DIY.

Pembicara dalam webinar yakni Ioann Fainsilber dan Tommy Yuwono (Co-Founder Pintek), Didik Wardaya SE MPd (Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY), Agus Priyono (Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal/DPPM DIY), Dr Hargo Utomo (Director of Business Development and Incubation UGM) dipandu moderator George Iwan Marantika.

Menurut Mangkubumi, banyak investor yang berinvestasi di DIY. Selain itu banyak juga sekolah-sekolah yang muncul dan berkembang di DIY untuk semua jenjang, meskipun masih ada sekolah yang belum bisa mengakses teknologi informasi secara keseluruhan. Sehingga diperlukan penyempurnaan perangkat, sistem dan pendukung lainnya.

“Disinilah pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi dan dunia usaha (triple helix) untuk memunculkan inovasi-inovasi dalam mendukung kemajuan pendidikan di DIY. Kadin DIY sudah memulai, dan saya harap muncul masukan dan wacana-wacana baru dalam webinar ini,” katanya.

Agus Priyono mengatakan, dibanding provinsi lain di Indoneisa, DIY termasuk yang sedikit sumber daya alamnya. Namun DIY dikenal sebagai kota kreatif, kota pelajar dan pendidikan yang memiliki 107 perguruan tinggi (negeri/swasta) dengan jumlah mahasiswa lebih dari 350.000. “Inilah mengapa sektor pendidikan menjadi penggerak utama perekonomian DIY,” katanya.

Menurut dia, untuk mendorong investasi di sektor pendidikan di DIY, DPPM DIY akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kemudahan perizinan kepada investor. Selain itu pihaknya akan mengumpulkan potensi investasi di bidang riset/penelitian akademisi di perguruan tinggi, selanjutnya mempertemukan pihak-pihak terkait. “Sinergi triple helix antara pemerintah, akademisi dan dunia usaha menjadi sangat penting,” katanya.

Tommy Yuwono mengatakan, Pintek merupakan perusahaan inovasi keuangan yang memiliki misi menggerakkan transformasi pendidikan melalui inovasi layanan keuangan. Selain itu berkomitmen untuk memampukan ekosistem pendidikan sehingga dapat berkembang secara berkelanjutan. “Kami (Pintek) siap memberikan dukungan kepada institusi pendidikan di DIY (semua jenjang) dalam hal pendanaan pendidikan melalui fintech (financial technology),” katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI