Dosen Asal Kalasan Ditangkap, Pemda DIY Sebar Mobil Online

YOGYA, KRJOGJA.com – Dua hari terakhir publik dikagetkan dengan penangkapan wanita berinisial TAW (40) karena menyebar berita hoax terbunuhnya muadzin di Majalengka oleh orang gila yang kemudian diketahui adalah warga Tirtomartani Kalasan Sleman dan bekerja sebagai dosen Bahasa Inggris tak tetap di Universitas Islam Indonesia (UII). Tak sedikit yang kaget dan tak percaya ibu satu anak tersebut menjadi salah satu penyebar berita hoax yang cukup ramai awal Februari lalu bahkan sudah menyebarkan lebih dari 150 ribu tautan melalui akun Facebook.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY pun segera bergerak untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali di wilayah DIY di mana masyarakat memanfaatkan media sosial untuk hal buruk. Kepala Diskominfo DIY Ronny Primanto Hari mengatakan adanya pelaku penyebar berita hoax tak bisa dipisahkan dari masifnya penggunaan media sosial saat ini.

Hal tersebut menurut dia membuat masyarakat harus melek terhadap penggunaan internet dan sosial media pada khususnya. “Di DIY kami terus menjaring komunitas sosial media agar potensi kabar buruk di DIY ini bisa ditangkal,” ungkapnya pada wartawan Kamis (1/3/2018).

Sementara untuk membuka wawasan masyarakat terkait dampak sosial media yang sangat luas, Diskominfo DIY berniat menyebar mobil online hingga ke 78 kecamatan di seluruh DIY yang tugasnya memberikan pemahaman berselancar sehat. “Kami harus memberikan literasi pada masyarakat agar melek media sosial, bahwa apa yang dilakukan di media sosial bisa berdampak besar. Pemda berharap masyarakat bisa menggunakan media sosial untuk hal-hal positif,” ungkapnya lagi. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI