Dosen Pariwisata Belajar Kiat Masuk Jurnal Internasional Bereputasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) bersama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta menggelar bimbingan teknis bertema ‘Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi’, Senin (04/11/2019). Dosen-dosen pariwisata pun didorong untuk lakukan penelitian dan nantinya dipublikasikan ke jurnal nasional-internasional sebagai wujud amalan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Beberapa pembicara dihadirkan dalam seminar tersebut seperti Prof. Dr. Muafi, M.Si Guru besar Fakultas Ekonomi UII, Dr. Ani Wijayanti, M.M., M.MPar., CHE Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis UBSI Yogyakarta dan Nina Noviastuti S.P., M.Sc Direktur AKPARDA Yogyakarta. Para peserta merupakan dosen pariwisata dari beberapa perguruan tinggi di DIY yang didorong untuk melakukan penelitian.

Baca juga :

Menpan RB Larang ASN Bercadar di Kantor
Miyos Gangsa Awali Dibunyikan Gamelan Sekaten

Prof Muafi, mengatakan dosen saat ini memiliki kewajiban yang masuk dalam tri dharma perguruan tinggi meliputi pengajaran, pengabdian masyarakat dan penelitian. “Penelitian ini nantinya harus dipublikasikan ke dalam jurnal bereputasi nasional terakreditasi maupun jurnal bereputasi internasional dalam satu semester. Jika salah satu unsur Tri dharma ini tidak dijalankan oleh dosen, maka dosen tersebut dikatakan tidak produktif pada semester yang berjalan,” ungkapnya.

Sementara Dr Ani Wijayanti membagikan pengalaman menembus jurnal internasional Scopus yang dinilai cukup prestisius di dunia akademis. Dikatakan Ani, ia harus melewati beberapa kali tahapan revisi hingga akhirnya berhasil menembus jurnal internasional tanpa harus membayar.

“Saya punya pengalaman harus beberapa kali revisi, bukan hanya sekali dua kali tapi beberapa kali, sampai akhirnya dapat tembus ke Jurnal Internasional dan tidak berbayar. Sebenarnya kunci dari menulis jurnal internasional itu adalah telaten dan jangan percaya dengan membayar mahal karena pengalaman saya, ada beberapa dosen yg membayar tinggi tetapi tidak masuk ke dalam jurnal internasional bereputasi,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI