Dosen UGM Dukung Larangan Demo di Malioboro, Disebut Cederai Semangat Kampus?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Aliansi Rakyat Demokrasi Yogyakarta (ARDY) menilai pernyataan dosen UGM, Ir KPH Bagas Pujilaksono yang mendukung Pergub nomor 1 tahun 2021 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum Pada Ruang Terbuka. Hal tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat kampus yang berupaya memberikan kebebasan berekspresi menyampaikan pendapat.

Yogi Zul Fadhli, juru bicara Aliansi Rakyat Demokrasi Yogyakarta (ARDY), mengatakan pernyataan Bagas yang mendasarkan alasan dukungan karena adanya demo anarkis dinilai sebagai sebuah hal yang cenderung subjektif dan tak bertumpu pada pengalaman empiris kuat. Menurut Yogi, aksi unjukrasa di kawasan Malioboro maupun lainnya di Yogyakarta nyaris tak pernah berujung ricuh.

“Hampir tak pernah terjadi unjukrasa di Malioboro yang berujung ricuh. Misalnya kita ingat aksi damai reformasi 1998 di Malioboro dan Gedung Agung kemudian peringatan hari HAM setiap tahun, aksi Mayday dan lainnya berjalan baik. Dari pengalaman aksi itu, semuanya aman-akan saja tak ada kericuhan. Saya kira dari pengalaman itu, pergub dibuat karena ada aksi anarkis dan brutal tak dilandaskan pada pertimbangan sosiologis yang kuat,” ungkapnya pada wartawan.

Yogi menilai, ketika ada aksi unjukrasa dan penyampaian pendapat berujung ricuh, penegak hukum bisa menggunakan proses sesuai perundangan berlaku. Namun, hal tersebut tak lantas bisa digunakan untuk memukul rata seluruh aksi unjukrasa.

BERITA REKOMENDASI