Dosen UST Latih Guru Model Pembelajaran Matematika untuk Menstimulasi Berpikir Kritis

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta melaksanakan pengabdian masyarakat terhadap anggota Musyawarah Guru Mata Diklat (MGMD) Matematika SMK Kabupaten Purworejo melalui kegiatan bertajuk ‘Implementasi Model Pembelajaran Matematika untuk Menstimulasi Berpikir Kritis’.

Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr Dafid Slamet Setiana MPd beranggotakan Annis Deshinta Ayuningtyas MPd, Dr Didi Supriyadi MPd dan Dr Ana Fitrotun Nisa MPd beserta 10 mahasiswa UST.

Dafid Slamet Setiana mengatakan, implementasi model pembelajaran dilaksanakan secara berturut-turut pada 21-24 Desember 2021, melalui tahapan sosialisasi, diseminasi model pembelajaran, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi pada pembelajaran, dan evaluasi.

“Implementasi model pembelajaran ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat berbasis hasil riset dengan judul Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Menstimulasi Berpikir Kritis,” terang Dafid dalam siaran pers yang diterima KRJOGJA.com, Sabtu (8/1/2022).

Adapun kegiatan diseminasi model pembelajaran dilaksanakan pada 22-23 Desember 2021 di Punch Meeting Room Fave Hotel Yogyakarta yang dihadiri Ketua LP2M UST Dr Siti Rochmiyati MPd.

Menurut Dafid, model pembelajaran matematika untuk menstimulasi berpikir kritis tepat diaplikasikan dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika. Model pembelajaran ini telah diuji kelayakannya dengan hasil penelitian terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran dengan model pembelajaran tersebut.

“Sehingga jika digunakan dalam pembelajaran matematika akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang pada akhirnya akan memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis bahkan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ketua MGMD Matematika SMK Kabupaten Purworejo, Musrifah SPd mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yang dapat meningkatkan kualitas guru. “Semoga dengan pengetahuan dan pelatihan yang kami peroleh selama kegiatan, dapat kami implementasikan dengan baik kepada siswa-siswi kami sehingga mereka dapat merasakan manfaat dari model pembelajaran ini,” katanya. (Dev)

UST

BERITA REKOMENDASI