DPRD DIY Minta Pemerintah Realistis Target

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Presiden meneken Perpres nomor 33 tahun 2020 tentang standar harga satuan regional mendapat respon dari DPRD DIY. Konsekuensi kebijakan yang salah satunya mengatur honorarium, perjalanan dinas dalam negeri, rapat/pertemuan di dalam dan di luar kantor, pengadaan kendaraan dinas dan biaya pemeliharaan dirasa akan menyentuh pada target kinerja yang dicanangkan.

Ketua DPRD DIY, Nuryadi mengatakan pihaknya tak mempermasalahkan penurunan harga satuan regional yang akan berimbas pada pendapatan. Nuryadi bahkan mengaku 55 wakil rakyat di DPRD DIY tetap akan bersemangat dalam mewakili aspirasi masyarakat di jalur legislatif.

“Kami mewakili seluruh anggota dewan tidak masalah tentu dengan penerapan Perpres 33 tahun 2020 itu. Kita semua memahami kondisi yang terjadi dan kami pastikan tidak akan kendor, tetap semangat,” ungkap Nuryadi pada wartawan, Rabu (06/01/2021) kemarin.

Sementara secara terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, RB Dwi Wahyu Budiantoro menyampaikan bawasanya penerapan Perpres 33 tahun 2020 pasti menimbulkan konsekuensi pada target kinerja daerah. Beberapa faktor meliputi kebijakan, program, anggaran dan target harus kembali dievaluasi serta disusun ulang karena situasi yang tak lagi sama.

“Kalau kami dewan tidak masalah kalau ada penurunan anggaran, itu tak masalah. Hanya kita perlu tinjau lagi apakah anggaran itu realistis tidak. Supaya ada kebijakan, program, anggaran dan target ini sinkron. Ketika anggaran dan target tak sesuai maka tak sampai di tempat pasti,” ungkap Dwi.

Dwi beranggapan, penerapan Perpres 33 tahun 2020 sebaiknya diserahkan pada masing-masing daerah. Pasalnya, ia menilai nilai uang di tiap daerah berbeda-beda.

“Kemiskinannya beda, nilai uang di tiap wilayah juga beda. Misalnya dewan mau ke mana pasti menyesuaikan daerah yang dituju. Jadi harus disesuaikan dengan keuangan sendiri, artinya Perpres 33 harus diserahkan ke daerah masing-masing sesuai kemampuan keuangan. Orang Jogja ga mampu ke Bali beli bensin ya ga usah ke sana,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI