DPRD Rancang Opsi Tutup Utang Rp 564 Miliar BPJS Kesehatan di DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan DIY pada rumah sakit dan fasilitas kesehatan mencapai angka fantastis, Rp 564 miliar. Banyak fasilitas yang kemudian mengaduh, kesulitan bertahan hidup karena biaya operasional tersendat. Tunggakan mereka beragam mulai bulan April, Mei hingga Juni dengan kategori masalah yang berbeda-beda.

Ada yang klaimnya ditolak karena adanya standarisasi yang berbeda satu dengan lainnya. Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut, sebenarnya ada opsi menutup sementara permasalahan defisit anggara BPJS Kesehatan di DIY. Bukan dengan melulu membebankan penyesuaian iuran pada masyarakat yang saat ini dinilai tak memiliki posisi lebih baik.

“Kami kira, saatnya BPD DIY berperan. Kita minta BPD nalangi pembiayaan rumah sakit baik negeri maupun swasta. Karena BPD ini kan banknya Pemda, sahamnya juga pemerintah Kabupaten/Kota. Karena sangat mungkin prosedur dana talangan dari BPD kepada rumah sakit yang mempunyai tunggakan BPJS dipermudah sehingga rumah sakit tetap melayani masyarakat dengan cash flow dari BPD,” ungkapnya pada wartawan di DPRD DIY, Senin (18/11/2019).

Perbankan menurut dia harus berperan untuk ikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan tersebut. Pasalnya, kini masih cukup banyak yakni sekitar 300-an ribu warga miskin di DIY Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. "Perbankan juga harus berperan. Dalam waktu dekat, kita akan panggil BPD termasuk juga BPD syariah, tahun ini kita akan luncurkan modal lebih dari Rp 100 miliar lebih kepada BPD, saya kira itu sebagai kompensasinya BPD bisa nalangi rumah sakit dengan syarat dan margin yang ada. Ini langkah instan, kalau terpaksa ya yang pinjam rumah sakit maka harus dipermudah syaratnya,” sambung politisi PKS ini.

Sementara sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaning Astutie melihat keberadaan rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada masyarakat memang cukup penting posisinya. Menurut dia perlu diperlukan adanya solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi agar pelayanan kesehatan di DIY bisa terus berjalan maksinal. Hingga 14 November 2019, total tunggakan BPJS Kesehatan untuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan mencapai angka Rp 564,5 miliar yakni 34 dari total 78 di seluruh DIY. RSUP Dr Sardjito menjadi fasilitas dengan tunggakan terbesar yakni Rp 197 miliar. (Fxh)
 

BERITA REKOMENDASI