Dua Tim Mahasiswa UST Lolos Program PHP2D Kemendikbud

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) untuk pertama kalinya meloloskan dua proposal Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tingkat nasional tahun 2020. PHP2D merupakan kegiatan pengembangan desa yang diadakan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim pertama diketuai oleh mahasiswa Cici Naftalie Alleztin Pambudi dari Prodi Pendidikan Matematika FKIP UST dengan proposal berjudul ‘Pemanfaatan Tempurung Kelapa sebagai Baterai High Quality dalam Pemenuhan Kebutuhan Energi di Dusun Jigudan Bantul pada Era Industri 4.0’. Tim kedua diketuai Syifa Almira Dees juga dari Prodi Pendidikan Matematika FKIP UST dengan proposal berjudul ‘Peningkatan Mutu Kesehatan Hewan Ternak Melalui Pakan Ternak yang Unggul dan Bersih Di TPST Dusun Sentulrejo, Desa Bawuran, Bantul’.

Wakil Rektor 3 UST Drs Widodo Budhi MSi didampingi Pembina sekaligus Dosen Pembimbing UKM Ristek Dewantara Widodo MPd mengatakan, kompetisi hibah PHP2D diikuti ribuan mahasiswa dari PTN dan PTS se-Indonesia. Jumlah proposal tingkat nasional yang lolos sebanyak 253 tim, sedangkan universitas di DIY yang meloloskan 2 tim adalah UGM, UNY, UST, dan UAD. Kedua tim UST tersebut akan melaksanakan kegiatan PHP2D dari awal September sampai akhir November 2020 dengan memberlakukan protokol kesehatan.

“Mahasiswa UST yang lolos PHP2D diberikan penghargaan sertifikat SKPI, konversi SKS KKN. Prestasi kedua tim ini menjadi awal untuk mengungkit iklim prestasi nonakademik kemahasiswaan,” terang Widodo Budhi kepada KRJOGJA.com, Rabu (02/09/2020).

Widodo MPd menambahkan, dalam satu tim terdapat 13 mahasiswa di bawah Pembinaan Kemahasiswaan Rektorat (Wakil Rektor 3) berkolaborasi dengan Kemahasiswaan FKIP UST dan UKM Riset dan Teknologi Dewantara. “Pimpinan UST mendukung penuh PHP2D yang dilakukan mahasiswa melalui subsidi dana, coaching clinik, dan monev internal,” ujarnya.

Dijelaskan Widodo, target luaran dalam pemanfaatan tempurung kelapa oleh tim pertama yakni produk energi listrik untuk pengisian baterai HP, Laptop, dan sejenisnya yang keluarannya diatas 5 Volt. Di samping luaran lain berupa HKI dan buku. Sedangkan ide tim kedua berawal dari ketertarikan mahasiswa melihat gap yang ada di daerah TPST Piyungan, di mana hewan ternak masih mengkonsumsi sampah. Kesadaran masyarakat perlu ditumbuhkan dengan memberi pendampingan pembuatan pakan hewan ternak yang sehat dan terjangkau dari segi harga. (Dev)

BERITA REKOMENDASI