Duka Seniman Barongsai, Batal Pentas karena PTKM

YOGYA, KRJOGJA.com – Momentum Imlek tahun ini dirasakan begitu berbeda bagi seniman dan perajin Barongsai di Yogyakarta. Jika tahun sebelumnya bisa merasakan hingga 23 kali tampil, tahun ini hampir semua harus menelan pil pahit akibat pandemi dan kebijakan Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM).

Salah satunya Slamet Hadi Prayitno ‘Pong’ (75), warga Pajeksan Gedongtengen yang merupakan perajin sekaligus seniman Barongsai. Tahun ini Slamet mengalami penurunan pendapatan drastis karena tidak adanya pentas dan pesanan pembuatan barongsai.

“Tahun kemarin Imlek itu sampai 23 kali pentas, tapi ini pada membatalkan semua, baru kemarin ini dibatalke ya di hotel-hotel itu. Sudah manggil tapi akhirnya batal. Ini kemarin ada empat saja sudah membatalkan semua, tinggal satu,” ungkapnya pada wartawan, Kamis (11/2/2021).

DIY memang membatalkan berbagai agenda perayaan Imlek termasuk Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang tahun-tahun lalu begitu membahana. Pagelaran dilaksanakan seluruhnya secara daring untuk menghindari terjadinya kerumunan orang.

BERITA REKOMENDASI