Dukung Diplomasi Budaya, Pemda DIY Hibahkan Gamelan Kepada 3 Negara Ini

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Pemda DIY menghibahkan tiga perangkat gamelan kepada tiga kantor perwakilan Indonesia di luar negeri yaitu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Helsinki, KBRI di Brussel dan KBRI di New York. Ketiga perangkat gamelan yang dihibahkan ini sebagai bentuk upaya mempererat tali silaturahmi antara Pemda DIY dengan ketiga KBRI terutama dengan masyarakat yang ada di sana sehingga dapat mendukung dan memperkuat diplomasi budaya.

” Begitu melihat gamelan ini pasti jadi ingat DIY. Apalagi jika memainkan gamelan itu menjadi seperti yang ada di DIY. Kami berharap gamelan ini bisa dipakai untuk latihan bahkan sampai pada pentas di tempat,” ujar Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji usai Penandatanganan Berita Acara dan Serah Terima secara virtual hibah gamelan yang dilakukan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi dengan Kepala Biro Umum Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Sigit Suryantoro Widiyanto di Gedhong Pracimosono, Senin (1/11).

Baskara Aji menyatakan Pemda DIY pun siap mengirimkan pelatih yang memiliki kompetensi memainkan gamelan apabila ketiga KBRI membutuhkan pelatih. Hibah gamlen ini memang bertujuan mempererat silaturahmi antara Pemda DIY dengan tiga KBRI dan warga di sana.

” Terima kasih kepada Bapak Ibu sekalian yang berada di Konsulat jenderal (Konjen) karena sudah mau menerima hibah gamelan ini. Kami juga berterima kasih kepada Kemenlu yang sudah mau memfasilitasi pengiriman gamelan ini,” imbuhnya.

Kepala Biro Umum Kemenlu Sigit Suryantoro Widiyanto mengatakan hibah gamelan dari Pemda DIY yang akan diberikan kepada ketiga perwakilan Indonesia di luar negeri ini adalah cerminan dari kemitraan dan kerja sama yang sangat baik antara Kemenlu dengan Pemda DIY. Hibah ini adalah bukti bahwa semua pihak, seluruh lembaga pemerintah pusat maupun daerah memiliki peran yang penting dalam melakukan reformasi diplomasi, baik diplomasi kedaulatan, diplomasi kemajemukan maupun diplomasi budaya,

” Secara khusus acara ini sangat terlihat bentuk dukungan yang diberikan pemerintah daerah dalam upaya diplomasi kebudayaan. Diplomasi budaya tanpa adanya keterlibatan dari daerah sangatlah tidak mungkin. Oleh karena itu kontribusi dan sumbangsih dari Pemda menjadi penggerak utama dari diplomasi budaya, khususnya yang selama ini dilakukan Kemenlu,” paparnya.

Sigit menegaskan hibah gamelan ini merupakan bentuk dukungan yang sangat besar tidak hanya memperkenalkan warisan kebudayaan Indonesia kepada negara lain, namun sekaligus menunjukkan keberagaman dan kebhinekaan budaya di Indonesia. Untuk itu, prinsip kemitraan antara pusat dan daerah ini harus terus dijaga dan diperkuat untuk mendukung berbagai upaya diplomasi Indonesia. (Ira)

BERITA REKOMENDASI