Durasi Lelang Pekerjaan Semakin Panjang

YOGYA, KRJOGJA.com – Paket pekerjaan terutama proyek fisik diimbau untuk segera diajukan lebih awal. Hal ini agar pekerjaan tersebut bisa segera dituntaskan sesuai target mengingat durasi lelang kini semakin panjang.

Menurut Kepala Bagian Layanan Pengadaan Kota Yogya Sukadarisman, saat ini sudah berlaku aturan baru terkait lelang yaitu Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018. "Aturan ini mengatur tentang masa pelaksanaan lelang menjadi lebih panjang dibanding aturan sebelumnya," katanya, Kamis (24/1).

Pada aturan baru, waktu penyelesaian lelang ditetapkan selama 22 hari hingga 26 hari. Sedangkan pada aturan lama ditetapkan selama 18 hari. Perpanjangan masa lelang ini disebabkan aturan baru mengacu pada hari kerja sedangkan pada aturan lama mengacu pada hari kalender. Karena itu, pihaknya meminta seluruh organisasi perangkat daerah yang memiliki paket pekerjaan fisik untuk segera memasukkan dokumen lelang sehingga pekerjaan bisa dilakukan secepatnya. "Dengan memasukkan paket pekerjaan lebih awal, maka lelang juga bisa selesai lebih cepat dan pekerjaan fisik bisa dimulai lebih cepat," ujar Sukadarisman.

Sukadarisman berharap, lelang untuk seluruh paket pekerjaan fisik dengan lama
waktu penyelesaian enam bulan atau lebih sudah dapat diselesaikan pada triwulan pertama 2019. Memasukkan dokumen lebih awal juga diperlukan untuk mengantisipasi jika ada paket yang gagal dan harus lelang ulang. Sedangkan hingga pekan ketiga Januari, sudah ada beberapa paket pekerjaan yang masuk lelang seperti pekerjaan keamanan, kebersihan, dan pengangkutan sampah.

"Dalam dua hari terakhir, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) juga sudah banyak memasukkan dokumen lelang untuk pekerjaan fisik seperti pembangunan saluran air hujan dan drainase. Ada sekitar 12 paket pekerjaan yang masuk," jelasnya.

Terkait total paket pekerjaan yang masuk lelang tahun ini, Badan Layanan Pengadaan belum dapatmengetahuinya karena seluruh OPD di lingkungan Pemkot Yogya sedang melakukan input data di dokumen rencana umum pengadaan. Pada tahun lalu, pihaknya menerima 145 paket pekerjaan. Namun demikian terdapat tiga paket pekerjaan yang gagal lelang yaitu pembangunan instalasi pengolahan air limbah untuk usaha tahu dan batik, serta belanja pakaian dinas untuk DPRD Kota Yogya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI