Dwi Handono, dari Anggota Mapala UNY Menjadi Pengusaha

Editor: Ivan Aditya

NAMA Dwi Handono (38) sangat flamboyan di komunitas pecinta alam dan petualangan di Indonesia. Pria kelahiran Saptosari Gunungkidul itu, kini dikenal sebagai pebisnis peralatan jelajah alam, peralatan SAR, instruktur out bond, hingga menjadi konseptor wahana wisata alam dan petualangan.

Lebih dari seratus wahana atau play ground di Indonesia, dirancang dan dikerjakan sarjana teknik mesin lulusan UNY ini. Beberapa diantaranya adalah wahana milik perusahaan tambang ternama di Indonesia.

Berkat kepiawaian merancang wahana wisata dan petualangan tersebut, pengusaha yang semasa kuliah hidup susah ini, pernah merasakan dijemput dengan jet pribadi ketika merancang dan menyiapkan konsep wahana milik sebuah perusaha antambang di Kalimantan Selatan.

“Dulu ketika kuliah, saya tak punya tempat kost. Hidup menumpang di secretariat Mapala. Kadang numpang tinggal di kost teman,” kisahnya.

Tidak punya kamar kost, tak terkait hobi bertualang Dwi yang sejak SMA sudah suka mendaki gunung dan bergabung dengan SAR dan Saka Bhayangkara Gunungkidul. “Saya tidak punya kamar kost karena memang benar-benar kahanan. Kondisi ekonomi orang tua tak memungkinkan untuk bayar kamar pondokan,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI