Dwi Hartanto Lulusan Terbaik IST Akprind

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dwi Hartanto, mahasiswa doktoral Delft Technische Universitet Belanda yang menulis pernyataan kebohongan informasi terkait sepak terjangnya di dunia penelitian hingga sempat dijuluki ‘The Next Habibie’ ternyata diketahui merupakan lulusan S1 di Institut Teknologi Akprind Yogyakarta. Tak heran, pihak kampus yang merasa resah ikut tercemar nama baiknya pun akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait kasus yang menyangkut salah satu alumninya tersebut.

Rektor IST Akprind Yogyakarta, Dr Ir Amir Hamzah MT menyampaikan, Dwi Hartanto adalah benar salah satu lulusan Akprind tahun 2005 dengan predikat cumlaude IPK 3,88. Bahkan pihak kampus dengan detail menyampaikan perihal judul skripsi yang meluluskan Dwi dari Fakultas Teknik Informatika yakni ‘Membangun Robot Cerdas Pemadam Api Berbasis Algoritma Kecerdasan AAN (Artificial Neural Network).’

Baca juga :

Dwi Hartanto, ‘The Next Habibie’ yang Ternyata Pembohong

“Saudara Dwi Hartanto ini dinyatakan lulus dari Fakultas Teknik Informatika pada 15 November 2005 dan diwisuda pada 26 November 2005. Yang bersangkutan ini telah menunjukkan prestasi sebagai lulusan terbaik pada wisuda tersebut dan merupakan mahasiswa berprestasi tingkat kopertis wilayah V,” ungkapnya di kampus setempat, Selasa (10/10/2017).

Sementara terkait kebohongan yang telah dilakukan Dwi, pihak kampus menurut Amir tidak bisa memberikan sanksi seperti pencabutan ijazah mengingat tindakan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan lulus dari Akprind dan bukan berkaitan dengan hal akademik selama berada di Akprind.

“Kalau misalnya diketahui skripsinya plagiat, kami bisa mencabut ijazahnya, tapi saat ini kami tidak akan memberikan sanksi tersebut pada yang bersangkutan. Namun selaku almamater kami memohon maaf secara formal karena ternyata bukan hanya kami saja yang merasa tertipu atas tindakan salah satu alumni kami ini karena sempat menyembunyikan dia almuni Akprind, namun juga bangsa Indonesia,” sambungnya.

Dalam keterangan pers tersebut, rektor Akprind juga menyampaikan selama ini pihaknya selalu mengedepankan asas kejujuran dalam proses perkuliahan di kampus. “Begitu herannya kami karena baru sekali ini ada kasus yang menggemparkan seperti ini, karena selama ini kami jelas kedepankan soft skill baik itu kejujuran, etika dan norma dalam proses kuliah, sejak awal mahasiswa baru hingga lulus,” ungkapnya lagi.

Pihak IST Akprind Yogyakarta pun kini berharap Dwi bisa belajar dari kesalahan ini dan memperbaiki diri kedepan. “Kasus seperti ini banyak terjadi sebetulnya dan kita berharap juga bahwa ini jadi pelajaran bagi yang bersangkutan maupun Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, melalui surat tertulis Dwi Hartanto telah menyampaikan permintaan maaf atas kebohongan selama ini. Ia mengaku tak pernah berprestasi seperti apa yang dikatakannya dan menjelaskan itu hanyalah klaim atas prestasi yang tidak pernah diraihnya. Dwi juga mengaku bahwa ia bukanlah perancang Satellite Launch Vehicle dan tak pernah membuat roket bernama TARAV7s (The Apogee Ranger versi 7s) yang diakuinya tak pernah ada. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI