Edukasi Lingkungan, Bus Modulling KLHK Siap Jelajah Jawa

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Misi pendidikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berlanjut. Tercatat, sebelas tahun sudah mobil Model Edukasi Pendidikan Lingkungan Keliling (Modulling) hadir sebagai sarana pendidikan lingkungan.

Berbagai wilayah pun telah dijajakinya. Tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta saja, mobil Modulling juga telah sampai di berbagai kota di Pulau Jawa.

Konsepnya sederhana, mobil tersebut berisi beragam jenis buku, brosur informatif, permainan edukasi, hingga televisi untuk menonton film pendidikan. Kala masyarakat datang, petugas KLHK akan senantiasa melayaninya. Disaat itu pula lah petugas mulai memberikan edukasi terkait lingkungan.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Sugeng Wahyono (46) mengungkapkan, mobil modulling siap bekerja sama dengan siapa saja.

Ketika ada sekolah ataupun organisasi yang membutuhkan pihaknya, maka hanya perlu memasukkan surat ke kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa yang berada di Ring Road Barat Yogyakarta.

“Misal ada yang pengen kerja sama cukup masukkan surat saja, nanti sediakan tempat untuk mobilnya,” tuturnya kepada KRJOGJA.com di mobil modelling yang tengah meramaikan puncah Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 di jalan Margo Utomo, Minggu (17/03/2019).

Hingga saat ini, mobil modulling sendiri sudah banyak bekerja sama dengan sekolah dan lembaga swadaya masyarakat di seluruh Jawa. Apabila lokasi yang dijangkau tidak memungkinkan untuk mobil maka pihak KLHK akan hadir dengan konsep modulling namun tanpa mobil andalannya.

“Kami muter ke sekolah-sekolah, kami juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat dan komunitas-komunitas,” paparnya.

Sugeng menambahkan, konsep mobil modulling memang secara khusus dihadirkan oleh KLHK.  Tidak main-main, tim khusus pun dibentuk untuk mengembangkan dan menyuksesekan mobil modulling.

“Semuanya digarap oleh tim kreatif gerakan aksi untuk lingkungan atau biasa disebut Gaul. Disini kami berjuang bersama untuk mengajak seluruh masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk lebih peduli lingkungan,”

Saat ini, beberapa lembaga swadaya masyarakat pun juga telah mengikuti jejak mobil modulling. Mereka membuat konsep yang sama dengan mobil yang lebih kecil.

“Ini memang sengaja tidak kami patenkan, supaya teman-teman di daerah lain juga bisa mengembangkannya,” pungkasnya.  (KRA-01)

 

BERITA REKOMENDASI