Ekonom ADB Proyeksikan Ekonomi 2022 Semakin Membaik

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 bisa berada pada kisaran 5 persen hingga 5,5 persen (yoy). Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akan mencapai 4,7-5,5 persen (yoy) pada 2022. Selanjutnya proyeksi International Monetary Fund (IMF) dan Asian Development Bank (ADB) masing-masing sebesar 5,3 persen (yoy) dan 4,8 persen (yoy) tahun depan.

“Jika dicermati, proyeksi ADB lebih rendah dari perkiraan Pemerintah Indonesia, BI dan IMF. Proyeksi ADB lebih moderat, sedangkan proyeksi lainnya mencerminkan sikap optimis. Artinya, proyeksi ADB memang lebih moderat namun berharap perekonomian Indonesia 2022 semakin membaik dibandingkan 2021,” ujar Ekonom ADB Bangladesh Edimon Ginting yang tengah berada di Yogyakarta, Rabu (29/12).

Sebagai gambaran, Edimon mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi sehingga mengalami pertumbuhan negatif -2,07 persen (yoy) pada 2021, sedangkan rata-rata negara Asia Tenggara terkontraksi -4 persen (yoy) dan Asia Selatan -4,5 persen (yoy). ADB pun memprediksi PDB Indonesia akan tumbuh sekitar 1,5 persen lebih besar dari level 2019, di atas pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia pada akhir 2021 ini.

“Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lepas dari kebijakan fiskal dan moneter yang telah dilakukan dengan mengakomodasi proses pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dengan baik. ADB juga telah memberikan rekomendasi agar Indonesia menekankan kedepannya agar mendapatkan sumber pertumbuhan baru,” tandas Edimon.

Untuk diketahui, sebelumnya ADB telah bekerja sama dengan Indonesia untuk melakukan analisis terkait dengan peningkatan sumber pertumbuhan baru, baik dari industri manufaktur maupun pemanfaatan potensi teknologi digital. Selanjutnya, ADB dan Indonesia sama-sama bergerak ke arah sumber pertumbuhan baru yaitu transisi menuju ekonomi rendah karbon.

BERITA REKOMENDASI