Ekonomi DIY Kembali Cerah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ekonomi DIY kembali mencatatkan pertumbuhan positif dan cerah pada awal tahun 2022. Meskipun masih dibayangi tekanan harga, berdasar data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, ekonomi DIY mencatatkan pertumbuhan 2,91% (qtq). Realisasi pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional sebesar -0,96% (qtq).

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada triwulan I 2022 ekonomi DIY pun tumbuh lebih tinggi sebesar 2,91% (yoy) daripada triwulan sebelumnya yakni 2,82% (yoy) pada triwulan I 2021,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budiharto Setyawan di Yogyakarta, Selasa (10/05/2022).

Budiharto mengatakan pertumbuhan yang lebih tinggi menunjukkan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat mendorong berlanjutnya perbaikan aktivitas ekonomi. Menurut lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi DIY ditopang lapangan usaha pertanian, transportasi dan jasa lainnya.

Lapangan usaha pertanian menjadi sumber pertumbuhan tertinggi (yoy) pada triwulan I sebesar 1,02%. Pertumbuhan ini didorong seiring dengan panen komoditas hortikultura.

“Momentum lebaran 2022 yang disertai dengan pelonggaran mobilitas berdampak pada peningkatan lapangan usaha transportasi. Pertumbuhan ini terkonfirmasi dari peningkatan kinerja angkutan Kereta Api (KA) masing-masing 100% untuk KA Antar Kota dan 70% untuk KA Aglomerasi dan Lokal, serta 60% untuk KA Komuter dibandingkan tahun lalu” tuturnya.

Sementara jumlah penumpang pesawat udara meningkat dua kali lipat. Adapun pembukaan 45 tempat wisata pada saat awal tahun libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga mendorong pertumbuhan pada lapangan usaha jasa lainnya.

Kedepan, pihaknya meyakini ekonomi DIY masih akan melanjutkan pertumbuhan positif. Pertumbuhan ekonomi DIY diperkirakan akan semakin solid, dengan dorongan pertumbuhan yang kian merata dan inklusif.

Kami menilai kunci dari perbaikan ekonomi DIY kedepan adalah menjaga daya beli masyarakat dan terus mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru diantaranya melalui penguatan strategi dan sinergi pengembangan Quality Tourism,” tandas Budiharto.

Disamping itu, Budiharto menyebut daya beli masyarakat harus terus dijaga di tengah tren kenaikan inflasi. Peningkatan inflasi akan terjadi sejalan dengan perbaikan ekonomi dan memperhitung dampak peningkatan harga global.

Dalam hal ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY berkomitmen akan terus menjaga agar kenaikan inflasi dalam rentang yang wajar, sehingga tidak mempengaruhi daya beli masyarakat namun mampu memberi insentif ekonomi untuk tumbuh. (Ira)

BERITA REKOMENDASI