Ekonomi DIY Perlahan Bangkit, Masyarakat Masih Perlu Tingkatkan Gotong Royong

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Perekonomian DIY pada Triwulan IV 2020 kembali menunjukkan pemulihan. Realisasi pertumbuhan PDRB DIY Triwulan IV 2020 secara triwulanan meningkat 3,18 persen (qtq), namun secara tahunan masih kontraksi 0,68 persen (yoy). Dengan realisasi tersebut, pertumbuhan ekonomi DIY 2020 secara tahunan terkontraksi 2,69 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi DIY ini relatif lebih baik dibanding daerah lain yang sama-sama mengandalkan pariwisata seperti Bali -9,31 persen (yoy) maupun Kepulauan Riau -3,80 persen (yoy).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Heru Margono mengatakan perekonomian DIY yang diukur dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2020 mencapai Rp138,4 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp101,7 triliun. Sedangkan struktur ekonomi DIY 2020 didominasi lapangan usaha industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, dan informasi dan komunikasi.

“Perekonomian DIY Triwulan IV 2020 terhadap triwulan IV 2019 mengalami kontraksi 0,68 persen (yoy). Sementara itu, perekonomian DIY selama 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,69 persen (ctc), berbeda arah pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,59 persen,” kata Heru di Yogyakarta, Sabtu (6/2).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono menyampaikan melihat struktur PDRB DIY 2020 ini, kontraksi ekonomi DIY dipengaruhi dua faktor utama, yaitu pandemi Covid-19 dan statistical based effect. Dari dampak pandemi menyebabkan aktivitas masyarakat menjadi berkurang, sehingga konsumsi rumah tangga menurun 1,57 persen (yoy) dan pengangguran di DIY pada 2020 meningkat menjadi 4,57 persen. Untuk menjaga konsumsi masyarakat menengah kebawah, pemerintah telah memberikan stimulus paket bantuan sosial (Bansos), sedangkan bagi masyarakat kelas menengah atas, konsumsi sangat bergantung dari pergerakan aktivitas.

“Adapun faktor kedua adalah statistical based effect. Pada 2019, DIY memiliki Proyek Strategis Nasional (PSN) Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) yang menyebabkan PDRB DIY tumbuh 6,60 persen (yoy). Pasca berakhirnya konstruksi BIY, belum terdapat investasi besar lain yang terealisasi di DIY pada 2020. Secara statistik hal ini menyebabkan pertumbuhan investasi di DIY menjadi terkontraksi,” jelasnya.

DIY

BERITA REKOMENDASI