Ekonomi DIY Triwulan III 2021 Diproyeksi Tumbuh Melambat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) DIY memproyeksikan perekonomian DIY pada triwulan III 2021 tumbuh melambat pada kisaran 1,5 hingga 3 persen (yoy). Berdasarkan capaian realisasi pertumbuhan ekonomi sampai dengan semester I 2021 dan hasil kajian terhadap proyeksi ekonomi triwulan III dan IV, pihaknya meyakini perekonomian DIY pada 2021 akan dapat tumbuh pada kisaran 4,5 sampai 5,3 persen dengan kecenderungan pada batas atas.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono menyampaikan ekonomi DIY tumbuh 11,8 persen (yoy) pada triwulan II 2021, tertinggi di Jawa. Realisasi pertumbuhan ini lebih tinggi dari perkiraan semula, bahkan jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan triwulan I 2021 yakni 5,8 persen (yoy).

“Meskipun risiko pada triwulan III 2021 ini sangat tinggi, hingga untuk mengatasi pandemi pemerintah memberlakukan PPKM darurat dan PPKM level 4, namun masih terdapat potensi bahwa ekonomi DIY dapat tumbuh pada kisaran 1,5 hingga 3 persen (yoy),” ujarnya di Yogyakarta, Rabu (11/08/2021).

Miyono mengatakan potensi tersebut diantaranya secara siklus ekonomi, biasanya perekonomian pada triwulan III tumbuh (qtq) tertinggi di sepanjang tahun dan faktor low based effect masih akan terjadi. Dari sisi investasi, pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) masih berjalan on track. “Ruang pertumbuhan dari potensi ekspor masih tinggi dan konsumsi dan ekspektasi konsumen akan semakin membaik,” imbuhnya.

Terdapat potensi peningkatan risiko yang dapat menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan DIY. Beberapa risiko utama yang mengancam recovery ekonomi antara lain penyebaran Covid-19 utamanya dari varian Delta belum mereda sehingga paparan Covid-19 di DIY tergolong tinggi.

“Penerapan PPKM darurat dan PPKM level 4 memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap beberapa sektor ekonomi serta terdapat kelangkaan kontainer sehingga mendorong tingginya shipping costs,” tandas Miyono.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendorong aktivitas ekonomi ke depan yakni PPKM perlu dikawal secara ketat dan terus dievaluasi secara bertahap serta pelaksanaan vaksinasi perlu dipercepat. Selanjutnya perlu menguatkan semangat gotong royong dan empati dalam mengatasi pandemi dan mendorong masyarakat, utamanya kelas menengah keatas meningkatkan konsumsi.

“Perlu mendorong percepatan digitalisasi. Kelangsungan pelaksanaan proyek nasional di DIY maupun proyek daerah perlu dijaga,” pungkas Miyono. (Ira)

BERITA REKOMENDASI