Ekspor dan Impor DIY Tertekan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ekspor DIY selama November 2018 mencapai USD 34,2 juta, mengalami penurunan 9,12 persen dibanding bulan sebelumnya. Lebih dari setengah nilai ekspor DIY tersebut dikirim ke Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Inggris. Penurunan juga terjadi pada impor yang mencapai USD 849,9 ribu atau turun 46,72 persen pada November 2018.

“Nilai ekspor barang asal DIY yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia bulan November 2018 tercatat USD 34,2 juta. Nilai ekspor tersebut turun 9,12 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar USD 37,6 juta. Sementara dibanding tahun 2017 selama Januari – November nilai ekspor naik 9,83 persen,” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Johanes De Britto Priyono MSc di Yogyakarta.

Menurutnya, tiga besar negara tujuan utama ekspor barang DIY selama November 2018 yaitu AS dengan total nilai ekspor USD 12,0 juta atau 35,16 persen, kemudian Jerman dengan total nilai USD 2,9 juta atau 8,37 persen dan Inggris dengan total nilai USD 2,6 juta atau 7,64 persen. Dari 10 besar negara tujuan ekspor DIY, nilai ekspor terendah dikirim ke Belanda yakni senilai USD 929,2 ribu atau 2,72 persen.

“Pakaian jadi bukan rajutan, perabot, penerangan rumah dan barang-barang rajutan merupakan tiga kelompok komoditas dengan nilai ekspor tertinggi pada bulan November 2018 masing-masing sebesar 31,45 persen 13,88 persen dan 12,08 persen,” jelasnya.

Komoditas utama ekspor dari DIY pada November 2018 yaitu produk pakaian jadi bukan rajutan yang mencapai 31,45 persen, diikuti perabot, penerangan rumah sebesar 13,88 persen dan barang-barang rajutan sebesar 12,08 persen. Dari sepuluh komoditas utama, komoditas dengan nilai ekspor terendah adalah tutup kepala sebesar 2,49 persen.

“Ekspor kumulatif Januari – November 2018 dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu Januari – November 2017 secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 9,83 persen. Tujuh dari sepuluh komoditas utama menunjukkan peningkatan nilai ekspor. Tutup kepala merupakan komoditas dengan persentase kenaikan terbesar yang mencapai 63,30 persen,” imbuh JB Priyono.

Sedangkan untuk impor DIY selama November 2018, juga terjadi penurunan 46,72 persen dibandingkan bulan lalu atau mencapai sebesar USD 849,9 ribu. Komoditas impor sebagian besar berasal dari Papua Nugini mencapai 46,71 persen. Komoditas impor terbesar yakni kopi, teh, rempah-rempah yang mencapai 46,71 persen dari total nilai impor DIY. (Ira)

BERITA REKOMENDASI