Ekspor DIY Naik, Impor Malah Turun

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Nilai ekspor DIY mencapai USD 46,3 juta pada Februari 2021 atau naik 18,72 persen dibanding ekspor Januari 2021 sebesar USD 39,0 juta. Sebaliknya nilai impor DIY pada Februari 2021 mencapai USD 8,8 juta atau turun 42,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar USD 6,5 juta.

Kepala BPS DIY Sugeng Arianto menyampaikan secara kumulatif, nilai ekspor Januari hingga Februari 2021 mencapai USD 85,2 juta atau meningkat 14,67 persen dibanding periode yang sama 2020. Secara umum, tiga besar negara tujuan utama ekspor barang DIY adalah Amerika Serikat (AS) dengan total nilai ekspor mencapai USD 17,9 juta disusul Jerman dengan total nilai USD 4,8 juta dan Jepang dengan total nilai USD 4,4 juta selama Februari 2021.

“Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 56,81 persen selama Januari sampai Februari 2021,” ujarnya di Yogyakarta, Minggu (4/4).

Sugeng mengatakan ekspor ke Uni Eropa pada Februari 2021 menunjukkan kenaikan sebesar USD 1,2 juta atau 9,84 persen. Tiga besar negara tujuan ekspor adalah Jerman USD 4,8 juta, Belanda USD 2,5 juta dan Inggris USD 2,0 juta. Dilihat dari peranan, Uni Eropa mempunyai peran sebesar 30,05 persen terhadap seluruh ekspor DIY.

“Khusus ASEAN, tiga besar negara tujuan ekspor Februari 2021 adalah Singapura dengan nilai USD 0,6 juta, kemudian Thailand sebesar USD 0,2 juta dan Vietnam USD 0,1 juta. Ekspor ke ASEAN hanya berperan sebesar 2,58 persen dari seluruh ekspor DIY,” tambahnya.

BERITA REKOMENDASI