Ekspor DIY Naik, Impor Malah Turun

Editor: Agus Sigit

Lebih lanjut disampaikannya Pakaian Jadi Bukan Rajutan (62) lalu Perabot, Penerangan Rumah (94) dan Barang-barang dari Kulit (42) merupakan tiga kelompok komoditas dengan nilai ekspor tertinggi pada Februari 2021. Masing-masing sebesar USD 14,2 juta, USD 7,2 juta dan USD 4,6 juta. Nilai ekspor selama Februari 2021 dibanding Januari 2021 menunjukkan kenaikan USD 7,3 juta atau 18,72 persen.

“Komoditas dengan peningkatan nilai ekspor terbesar adalah Barang-barang dari Kulit (42) USD 2,1 juta atau setara 84 persen. Sementara dua komoditas menunjukkan penurunan nilai ekspor yaitu Kertas/Karton (48) mengalami penurunan terbesar yaitu USD 0,6 juta atau 40 persen dan Minyak Atsiri, Kosmetik Wangi Wangian (33) turun USD 0,2 juta atau 11,76 persen,” jelas Sugeng.

Nilai impor DIY pada Februari 2021 mencapai 8,8 juta atau turun 42,48 persen dibanding Januari 2021. Secara kumulatif, nilai impor Januari hingga Februari 2021 mencapai USD 24,1 juta atau naik 15,87 persen dibanding periode yang sama 2020. Negara pemasok barang impor terbesar Februari 2021 adalah China dengan nilai USD 3,7 juta kemudian disusul Hongkong USD 2,1 juta dan Taiwan USD 0,8 juta.

“Filamen Buatan (54), Kain Tenunan Khusus (58) dan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (84) merupakan tiga besar kelompok komoditas impor pada Februari 2021 masing-masing sebesar USD 1,4 juta, USD 1,1 juta dan USD 1,0 juta,” pungkas Sugeng. (Ira)

BERITA REKOMENDASI