Ekspor Pertanian RI Meningkat 1,2 Juta Ton

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Empat tahun terakhir ekspor pertanian Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Tercatat di tahun 2018, ekspor produk pertanian mencapai jumlah sebesar 42,5 juta ton atau meningkat 1,2 juta ton dibandingkan tahun 2017 yakni 41,3 juta ton.

Pengamat sosial pertanian Institute Policy for Agro Reform (InsPAR) Faiz Ismu Amir mengungkap peningkatan ekspor pertanian Indonesia tak lepas dari kebijakan Kementrian Pertanian yang memudahkan ekspor serta memacu produktivitas petani dalam negeri. “Ada beberapa kebijakan yang patut diapresiasi terkait dukungan ekspor, antara lain keseriusan pembangunan infrastruktur pertanian, mekanisasi dan pendampingan ke petani yang intensif,” ungkap Faiz kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Beberapa waktu lalu, Faiz menyebut Indonesia mengirimkan 80 komoditas pertanian ke berbagai negara dunia dengan jumlah cukup signifikan yakni 10,5 ribu ton dengan nilai Rp 1,1 triliun. “Kementrian Pertanian mampu berkolaborasi dengan bebagai pihak lainnya untuk menekankan pentingnya produktivitas pertanian sebab berpengaruh ke perekonomian negara, ini sangat penting,” sambung dia.

Faiz mencatat selam peridoe 2014-2018, jumlah seluruh nilai ekspor produk pertanian Indonesia mencapai Rp1.957,5 tirliun dengan akumulasi tambahan Rp352,58 triliun. Ia pun menilai, raihan dari sektor ekspor pertanian menjadi salah satu kado indah bagi HUT RI ke-74.

“Ini kado untuk Indonesia di usia 74 tahun dan harus terus dipertahankan bahkan ditambah lagi kedepan. Kita ingat di tahun 2013, jumlah ekspor pertanian kita sebesar 33,5 juta ton, kemudian terus bergerak hingga pada tahun 2016 mengalami dua kali kenaikan mencapai 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton,” ungkapnya lagi.

Indonesia selama ini dikenal memiliki beberapa komoditas pertanian andalan ekspor diantaranya kayu manis, vanili, pala, cengkeh, kelapa hingga yang terbaru kulit bakau moro. Sementara DIY sendiri selama ini cukup banyak berkontribusi dengan mengekspor komoditas Salak dari Sleman ke berbagai negara dunia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI