Emosi Sesaat Akibat Kecanduan Sinetron Berbahaya? Ini Kata Psikolog UGM

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJogja.com – Sinetron masih menjadi program unggulan menarik perhatian pemirsa televisi. Jalan cerita di setiap episodenya yang dikemas dengan ‘ending’ penasaran menempatkan program sinetron mempunyai rating tinggi disetiap stasiun televisi.

Kesuksesan sinetron tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya yaitu faktor kedekatan emosi dengan penggemar. Emosi yang terbangun khususnya dengan tokoh antagonis merupakan hal yang biasa terjadi ketika sebuah sinetron tayang. Tidak jarang para tokoh antagonis terbawa imbas peran yang dibawakan hingga di kehidupan nyata. Mulai dari komentar jahat di media sosial hingga ketika bertemu secara langsung.

“Kita harus menyadarkan para penggemar sinetron tersebut, agar jangan sampai kemarahan yang melibatkan emosi sesaat karena sebuah sinetron dan malah dialihkan kepada anak, suami, atau lingkungan sekitar akibat merasa menjadi bagian dari sinetron tersebut”, ujar Psikolog Universitas Gadjah Mada, Prof. Drs. Koentjoro. MBSc. Ph.D. saat dihubungi oleh KR, Kamis (11/2).

Pro kontra hadirnya sinetron ini menjadi momok tersendiri bagi beberapa pihak. Para pengiklan memanfaatkan ketenaran sinetron tersebut untuk menempatkan produk mereka sebagai iklan. Di Indonesia sendiri, tidak jarang penonton melihat penempatan iklan yang terlihat memaksakan dan terlebih lagi harus menunggu beberapa saat sampai iklan dalam sinetron berakhir.

BERITA REKOMENDASI