Empat Wanita Jawa Ini Cantiknya Kebangetan, Nomor Tiga Bikin Pria Rela Melakukan Apa Saja

Editor: Ivan Aditya

Namun hasrat Sang Tumenggung bertepuk sebelah tangan. Roro Mendut enggan dipersunting oleh Wiroguno, lantaran ia telah memiliki kekasih bernama Pronocitro seorang pemuda tampan dari daerah asalnya sana.

Diam-diam Pronocitro pun menyusul Roro Mendut ke Mataram. Sesampaipnya di wilayah yang kini bernam Yogya tersebut Pronocitro menyamar menjadi pekatik yang dalam bahasa Jawa berarti perawat kuda-kuda prajurit.

Mendengar kalau kekasihnya mengikuti ke Mataram, Roro Mendut pun meminta kepada Wiriguno untuk diperbolehkan hidup di luar lingkungan kraton yang selama itu membelenggunya. Dipilihlah daerah kawasan Sendangtirto Berbah Sleman yang berjarak sekitar 25 km sebelah timur pusat pemerintahan agar dirinya tetap bisa selalu bertemu dengan Pronocitro tanpa diketahui pihak istana.

Selama di pengasingannya, Roro Mendut tidak pernah dirawat oleh Wiroguno. Untuk menyambung hidup, gadis cantik ini mencari uang dengan cara berjualan rokok lintingan yaitu rokok yang dibuat secara tradisional dari gulungan kulit jagung yang diisi dengan tembakau.

Kala itu, rokok yang dipasarkan Roro Mendut sangat laris manis bagi kalangan prajurit lantaran rokok dalam proses akhir penggulungannya selalu direkatkan dengan cara dijilat terlebih dahulu menggunakan lidah sang gadis cantik. Terlebih lagi, kepada setiap pembelinya Roro Mendut yang pertama kali menghidupkan rokok sekaligus menghisapkannya. Rokok bekas bibir Roro Mendut ini konon akan lebih nikmat dan segar rasanya ketika dihisap.

BERITA REKOMENDASI