Empat Wanita Jawa Ini Cantiknya Kebangetan, Nomor Tiga Bikin Pria Rela Melakukan Apa Saja

Editor: Ivan Aditya

Dikenakanlah kembali selendang miliknya itu dan tiba-tiba si cantik Nawang Wulan berubah kewujud aslinya menjadi bidadari. Dalam kemarahannya, Nawang Wulan menemui Joko Tarub dan bersumpah untuk meninggalkan bumi dan tinggal kembali ke khayangan untuk selamanya.

Nawang Wulan meminta Joko Tarub untuk dibuatkan sebuah dangau, yaitu gubuk bambu kecil yang tertutup rapat. Jika Nawangsih menangis, maka Joko Tarub harus meletakkan anak mereka di dangau itu. Jika suara tangis sampai ke khayangan, maka Nawang Wulan akan turun ke bumi untuk menyusui dan menidurkan Nawangsih.

Sepeninggal Nawang Wulan, tinggalah Joko Tarub seorang diri yang merawat Nawangsih. Setiap kali putrinya ini menangis, tak lupa Joko Tarub selalu ingat pesan istrinya untuk meletakkan putrinya di dangau.

Joko Tarub hanya bisa meratapi serta mendengarkan suara merdu Nawang Wulan yang sedang menyusui dan menyanyikan lagu tidur untuk Nawangsih dari balik bilik bambu tersebut, tanpa bisa memandang wajah cantik Nawang Wulan sedikit pun.

Seiring berjalannya waktu, umur Nawangsih telah beranjak besar dan tidak menyusui lagi. Nawang Wulan tak lagi turun ke bumi untuk menyusui dan menidurkan putrinya di dangau. Untuk selamanya Joko Tarub tidak bisa mendengar suara merdu Nawang Wulan apalagi paras cantik istrinya itu.

BERITA REKOMENDASI