Endang Sundayani, Penyandang Disabilitas yang Jadi Bos Tas Rajut

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski terlahir menjadi penyandang disabilitas, namun hal itu tak menyurutkan semangat Endang Sundayani (48) warga kelahiran Bandung Jawa Barat (Jabar) ini untuk tidak berkarya. Tak tanggung-tanggung, Endang kini memiliki usaha tas rajut yang dibuat oleh sentuhan tangannya sendiri.

Sejak tahun 2000, Endang mengaku sudah menginjakan kursi rodanya di Yogyakarta. Dua tahun terakhir, Endang menggeluti usaha kerajinan tas rajut bersama suaminya. Karena masih dalam keterbatasan operasional, ia kini baru menerima by order (pesanan).

"Mau jual online tapi masih cari-cari ilmunya, juga kalau buka toko perlu modal tinggi. Sementara menerima pesanan saja dulu. Minta doanya," kata Endang penyandang disabilitas dan Owner Sred saat ditemui krjogja.com dalam acara peringatan Hari Nasional UMKM 2019 di halaman kantor koperasi UMKM DIY, Sabtu (03/08/2019).

Mulanya membuat usaha kerajinan tas rajut, berawal dari perkumpulan ibu-ibu di Yogya. Berangkat dari hal itu, Endang belajar hingga akhirnya bisa menciptakan produk sendiri. Endang saat ini tinggal di jalan kaliurang km 12,5 Sleman.

"Di rumah kerja bareng suami. Saya merajut, suami yang membuat bagian talinya. Bukan hanya tas, ada juga sepatu, gantung kunci dan dompet," ungkapnya.

Tas rajut yang Endang jual terbuat dari bahan nilon kulit sintetis. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari Rp170 ribu sampai Rp. 500 ribu.

Meskipun tas rajut sudah banyak dipasaran, namun dia tetap optimis melebarkan sayap usahanya itu. "Melalu tangan seorang difabel, bisa tercipta tas seperti ini. Bukan untuk dikasihani, malah kita ingin menunjukan bahwa difabel juga bisa produktif berkarya tanpa batas," tambahnya.

Sembari merintis usaha tas, Endang juga gemar menyanyi dan bergabung menjadi salah satu vokalis band yang baru dirintisnya. "Namanya bule and the kampung. Ada bulenya. Empat vokalis, dua gitaris satu drum," ucapnya.

Meskipun baru, band yang dirintisnya sudah manggung dibeberapa tempat. Endah menyebut dalam 2 bulan sekali mengisi di Jogja City Mall (JCM). Ibu dari dua anak ini, aktifitas sehari-harinya adalah merajut, bernyanyi, bermain badminton. (Ive)

BERITA REKOMENDASI