Esensi Belajar Adalah Penguasaan Kompetensi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Paradigma berpikir masyarakat mengenai proses pembelajaran anak di sekolah perlu diluruskan. Menurut Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Suwarsih Madya PhD, anak belajar di sekolah atau lembaga pendidikan adalah untuk menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap, bukan untuk mengejar nilai atau ranking.
 
Prof Suwarsih mengatakan, ketika orientasi belajar adalah penguasaan terhadap suatu pengetahuan, keterampilan dan sikap, maka guru akan memberikan waktu yang cukup bagi anak sampai menguasainya. Disitu teradapat proses pengulangan (remidial), jika memang anak belum menguasainya.

"Kemampuan anak itu kan berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan. Saat si anak mengetahui dirinya belum menguasai, dia akan termotivasi untuk belajar sampai menguasai sebuah kompetensi," terang Prof Suwarsih kepada KRJOGJA.com, Rabu (18/12/2019).

Dijelaskan Prof Suwarsih, penilaian terhadap proses belajar anak adalah penguasaan kompetensi. Sehingga tujuan penilaian bukan untuk menghakimi si anak, melainkan untuk mengukur apakah anak sudah menguasai sebuah kompetensi atau belum.

Ketika saat dilakukan asesmen, ternyata anak belum menguasai, maka guru memberi kesempatan untuk mengulangi materi. "Jadi di sini pendidikan bukan untuk pembangunan citra melalui nilai tinggi atau ranking, tapi anak betul-betul menguasai pengetahuan, keterampilan dan memiliki sikap yang baik," tandasnya.

Terkait Program for International Student Assessment (PISA), banyak negara yang ikut untuk benchmark kualitas pendidikan di negaranya. Namun ada juga negara yang tidak menjadi bagian dari PISA. Prof Suwarsih mengingatkan, jangan sampai masyarakat memahami skor PISA hanya ditentukan dari nilai Ujian Nasional (UN), tapi ada kecakapan-kecakapan lain yang harus dimiliki siswa seperti kemampuan berfikit kritis dan nalar.

"Saya tidak mengkhawatirkan mengenai nilai PISA, sepanjang gurunya memahami kurikulum dengan baik, memahami bahan ajar dengan baik dan membimbing anak sampai menguasai sebuah kompetensi dan memiliki sikap yang baik," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI