Esti Wijayati: Pentingnya Asah Kepekaan Sosial untuk Kuatkan Peluang Perempuan ke Legislatif

YOGYA, KRJogja.Com – Rendahnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, khususnya di DIY, menjadi keprihatinan.  Partai politik sudah berusaha untuk mewujudkan porsi keterwakilan perempuan, dengan berusaha memenuhi minimal 30 persen calon anggota legislatif.

“Demikian pula, angka 30 persen dalam kepengurusan partai sudah dilakukan. Namun, jumlah calon perempuan yang terpilih menjadi anggota legislatif, masih belum sesuai harapan,” ujar Anggota DPR RI My Esti Wijayati menanggapi masih rendahnya keterwakilan anggota legislatif dari perempuan di DIY, Jumat (12/11). Seperti di DIY, jumlah anggota legislatif di tingkat propinsi, sebanyak 10 orang. Masih jauh dari persentase yang diharapkan, yakni 30 persen.

Dalam pandangan Esti, selain partai terus berupaya melakukan pemberdayaan kader perempuan, sehingga meningkat peluang menjadi anggota legislatif, maupun menjadi pemimpin politik, juga perlu langkah dari pemerintah. Langkah berupa program yang membuka kesempatan yang lebih luas. “Program-program yang mampu membuat dorongan kepada partai politik dan kepada perempuan untuk bisa ambil bagian dalam pengambil kebijakan. Kalau perlu memberikan afirmasi dengan memberikan ruang dukungan,” ujarnya.

Upaya yang perlu dilakukan, meningkatkan investasi sosial agar masyarakat kian mengenal kiprah dari perempuan, ketika masuk dunia politik. Investasi sosial itu, bisa dilakuan dengan sering membaur ke masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial dan sering memberikan masukan, usulan untuk kebijakan yang menyangkut masyarakat banyak. “Jika kiprahnya kian diketahui masyarakat, maka akan meningkatkan kepercayaan,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai PDI Perjuangan DPR RI.

Menurutnya,  perempuan bisa punya kesempatan menjadi anggota legistatif asal memiliki keberanian, mengasah kepedulian, ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan masayrakat. Seperti PKK, aktif dikegiatan PAUD, kegiatan di tengah masyarakat, atau aktif di kegiatan perempuan partai. Sering hadir di tengah masyarakat, kelompok-kelompok seni, terlibat ikut membangun. Sehingga menjadi aktivitas sosial.

Ketika menjadi anggota legislatif, kata Esti harus dapat memberikan peran, mampu memperjuangkan aspirasi rakyat. Itu dapat dilakukan  jika sejak awal sudah memiliki kepekaan dan terasah serta kritis karena membaur dan dekat  dengan masyarakat.  (Jon)

BERITA REKOMENDASI