Esti Wijayati: Vaksinasi Pelajar di DIY Harus Ditingkatkan

YOGYA  Krjgoja.com. Anggota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati mendesak agar  vaksinasi pelajar usia 12-18 tahun di DIY dapat ditingkatkan. Sehingga selain lebih banyak pelajar yang memiliki ketahanan terhadap Covid-19, juga dapat membuka peluang dibuka pembelajaran tatap muka (luring).
“Saya sudah melakukan pemantauan di 100 titik. Dan kami menemukan bahwa banyak anak-anak sekolah belum divaksinasi. Kalau pun ada hanya 1-2 orang saja dari mereka yang sudah divaksin. Padahal Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan, syarat dapat menggelar belajar dengan tatap muka, siswa dan gurunya sudah divaksin,” ujar Esti  yang rajin mengedukasi pentingnya vaksinasi Covid-19.
Dari data Kemenkes sampai Minggu (22/8), progres vaksinasi usia 12-17 tahun di DIY masih rendah. Dari target 311.596 orang, yang sudah divaksin baru 46.893 orang (15,05 %) untuk dosis 1 dan 17.702 orang (5,68 persen) untuk dosis 2.
Atas kenyataan tersebut, Esti mengharapkan Pemda DIY, Pemkot/Pemkab se-DIY pihak terkait untuk dapat mendorong peningkatan vaksinasi di tingkat pelajar. Selain itu, penyebaran pelaksanaan vaksinasi juga diharapkan dapat lebih merata di kabupaten/kota.
“Apapun atau bagaimanapun caranya agar para pelajar bisa segera divaksin. Jangan pernah membuka kelas tatap muka, jika para pelajar belum divaksin,” ujar Esti sambil mengingatkan bahwa para pelajar harus diproteksi dari penularan Covid-19 saat belajar.
Dikemukakan Esti, model sekolah jarak jauh (daring), memang tidak seoptimal dengan model tatap muka (luring). Cara belajar, menerima pelajaran oleh murid dan cara mengajar oleh guru berbeda hasilnya jika menggunakan daring maupun luring.
Menangkapi hasil pantauan Esti, Ketua Satgas Covid-19 DIY dr Tri Wijaya menjelaskan, kecepatan dalam pelaksanaan vaksin sangat tergantung ketersediaan tenaga kesehatan (nakes) dan stok vaksin. Kebetulan untuk vaksin sinovac yang digunakan untuk pelajar di DIY, saat ini memang terbatas karena serapan yang cukup deras. Karena itu, stok vaksin terus ditambah dengan mendapatkan kiriman dari pusat.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya SE MM menjelaskan, untuk pelaksaan vaksinasi di tingkat pelajar, berkoordinasi dengan pihak kabupaten/kota se-DIY. Karena para nakes menjadi bagian dari koordinasinya. Selain itu, untuk mempercepat pelaksanaan vaksin, sejumlah sekolah menggandeng berbagai pihak untuk meningkatkan kecepatan pelaksaan vaksinasi. “Seperti SMAN 1 Yogyakarta menggandeng para alumninya untuk melakukan vaksinasi bagi para pelajarnya. Demikian juga SMAN 3 Yogyakarta yang menggandeng RS DKT dalam pelaksanaan vaksinasi. Kami harapkan banyak yang bisa dilibatkan untuk percepatan vaksinasi pelajar,” ujar Didik.
Mengenai kapan vaksinasi untuk pelajar dapat mencapai target, Didik menjelaskan bahwa pihaknya mentargetkan pada bulan Oktober. Namun demikian, untuk dapat belajar tatap muka, sekolah juga harus menerapkan protokol dengan baik dan juga fasilitas yang mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 (Jon)

BERITA REKOMENDASI