ETLE Tak Hilangkan Tilang Manual

YOGYA, KRJOGJA.com – Mulai Selasa (23/3), Polri resmi menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serentak di 12 Kepolisian Daerah (Polda), salah satu di antaranya Polda DIY. Tilang elektronik sebagai salah satu upaya meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat saat berlalu lintas. Meski demikian, ETLE tidak secara otomatis menghilangkan sistem bukti pelanggaran (tilang) manual.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MH MSi, melalui Kasubdit Gakkum AKBP Edy Bagus Sumantri SIK, Kamis (25/03/2021) menyampaikan Polda DIY dan beberapa Polda lain sebenarnya sudah beberapa waktu lalu memberlakukan sistem tilang elektronik. Hanya saja, penerapan ETLE secara nasional dilaunching oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa (23/3).

Sedangkan di jajaran Polda DIY dilakukan oleh Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar, diikuti para pejabat utama Polda DIY, para kapolres/kaporesta beserta para Kasat Lantas jajaran Polda DIY. Edy Bagus menjelaskan ETLE merupakan sistem penegakan hukum bidang lalu lintas berbasis teknologi informasi (TI) menggunakan perangkat elektronik berupa kamera pendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis (Automatic Number Plate Recognition). Rekaman kamera ETLE dapat digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu lintas dengan menggunakan sistem ETLE bisa didapatkan berbagai manfaat.

Manfaat dimaksud di antaranya terwujudnya efektivitas penegakan hukum (gakkum) jaminan asas transparasi dan kepastian hukum yang yang dibuktikan secara scientific berdasarkan rekaman hasil bukti pelanggaran, sebagai bentuk konstribusi Polri (Ditlantas Polda DIY) dalam mewujudkan Yogyakarta sebabgai smart city dan sejalan dengan reformasi birokrasi, meningkatkan PAD DIY dari sektor pajak kendaraan bermotor, khususnya bea balik nama, dan meningkatkan budaya tiblantas masyarakat.

BERITA REKOMENDASI