Eurasia CDI Bahas Aliansi Abad 21 Berdasar Nilai Kemanusiaan

YOGYA, KRJOGJA.com – Pimpinan Partai Politik (Parpol) dari seluruh dunia yang tergabung dalam Centrist Democrat International (CDI) berkumpul di Yogyakarta dalam rangka CDI Executive Commitee Meeting, 22-25 Januari 2020. Pertemuan internasional yang diselenggarakan di Hyatt Regency Hotel Yogyakarta ini digawangi oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai tuan rumah.

Forum ini membahas peluang dan tantangan yang muncul dari bergulirnya proses pembentukan tata dunia baru yang kemungkinan akan menjadikan perpaduan Eropa dan Asia (Eurasia) sebagai titik tumpunya. Panel hari pertama, Kamis (23/1/2020) mengangkat tema 'Humanisme Barat, Demokrasi Kristen dan Humanitarian Islam: Aliansi Abad ke-21'. Para panelis antara lain, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus salah seorang pendiri gerakan Humanitarian Islam Global dan Duta PKB, KH Yahya Cholil Staquf, Dr Eva Saenz Diez (Study and Research Group of the Contemporary Arab World, Catholic University of Louvain) dan Dr Franz Magnis SJ (Driyakarya School of Philosophy).
   
Sedangkan panel kedua, Jumat (24/1/2020) mengangkat tema 'Eurasia: Tumpuan Baru Geopolitik dan Ekonomi Abad ke-21' menghadirkan Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin sebagai pembicara kunci. Para panelis di antaranya, Antonio Lopez Isturiz (CDI and EPP Secretary General), Ram Madhav (General Secretary of Bharatiya Janata Party India), Dr James M Dorsey RSIS (Nanyang Technical University), Dr Teresita Cruz del Risario (Asia Research Institute NUS). Hadir pula dalam pertemuan internasional tersebut Andres Pastrana Arango (CDI President and Former President of Columbia), Perdana Menteri Hongaria Victor Orban dan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar.

KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, Forum Eurasia CDI menandai potensi perkembangan geopolitik yang sangat penting. Menurutnya, banyak pemimpin global telah mengartikulasikan dan mengadopsi elemen-elemen kunci dari agenda kemanusiaan bersama yang berakar pada nilai-nilai universal, serta prinsip-prinsip spiritual dan filosofis yang diperoleh dari tradisi Yahudi, Kristen dan Islam. "Forum Eurasia CDI menjadi tempat yang unik bagi para pemimpin dunia untuk memperkuat aliansi peradaban yang baru ini," katanya disela acara, Kamis (23/1/2020).

 Muhaimin Iskandar mengatakan, forum Eurasia merupakan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para pemimpin dunia untuk membentuk aliansi abad ke-21 berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan dan universal. "Aliansi semacam ini dapat membantu memastikan bahwa ketika pusat gravitasi ekonomi dunia bergeser menuju Eurasia, kompetisi geopolitik yang menyertai tradisi ini dapat dinavigasi dengan lebih damai dan tidak berakhir dengan bencana," ujar Cak Imin.

Perdana Menteri Hongaria Victor Orban mengaku tertarik dengan konsep yang ditawarkan dalam Forum Eurasi CDI mengenai humanisme barat, demokrasi Kristen dan humanitarian Islam. Menurut Orban, di negara Hongaria ada sedikit masalah mengenai identitas kristen di tengah kekuatan liberal Eropa. Padahal soal identitas merupakan hal penting bagi manusia. "Pertanyaan terbesar dunia saat ini bagaimana masa depan Kristen dan Islam. Konsep aliansi abad 21 yang berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan dan universal ini sangat menarik diikuti untuk mengetahui bagaimana cara kerjanya," katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI