Evaluasi, Tingkat Partisipasi Pemilih Pemilu 2019 Ternyata Capai 88 Persen

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di DIY mencapai 88 persen. Capaian ini menjadikan DIY berada nomor dua setelah Papua dalam hal tingkat partisipasi pemilih.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan Pemilu 2014. Di mana tingkat partisipasi pemilih di DIY sebesar b80,02 persen. Sedangkan secara nasional tingkat partisipasi pemilih ada di angka rata-rata 80-81 persen. 

Sementara itu surat suara tidak sah dari daftar daftar pemilih tetap, angka berbeda-beda. Untuk pemilihan presiden dan wakil presiden ada 1,9 persen, pemilihan DPR RI 8,42 persen, pemilihan DPD RI 8,24 persen dan pemilihan DPRD provinsi ada 8,59 persen.

Perbedaan jauh jumlah surat suara yang tidak sah ini diungkapkan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU DIY Ahmad Shidqi dalam Evaluasi Tahapan Sosialisasi Pemilu 2019 di Hotel Santika Yogyakarta, Kamis (26/9). Acara diikuti perwakilan media, OPD dan NGO serta kampus.

Menurut Ahmad Shidqi, untuk surat suara PPWP relatif lebih simpel. Jadi pemilih tidak ada kesulitan. "Begitu masuk ke surat suara DPR dan yang lain mulai banyak yang tidak sah. Bisa jadi karena ukuran kertasnya yang terlalu lebar, sehingga cukup menyulitkan pemilih. Dampaknya ada beberapa surat suara yang menjadi tidak sah," katanya.

Lebih lanjut Ahmad Shidqi mengungkapkan, setidaknya ada sejumlah tantangan yang dihadapi KPU dalam pelaksanaan Pemilu 2019 kemarin. Salah satunya, Pemilu 2019 merupakan pemilu serentak yang pertama. Selain itu, juga diselenggarakan ditengah turunnya tingkat kepercayaan publik terhadap eksekutif dan legislatif dan yang tidak kalah berat maraknya berita hoax.

Banyak strategi yang telah dilakukan KPU demi kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019. Mulai dengan bertatap muka langsung dengan masyarakat, memanfaatkan media sosial maupun media cetak dan elektronik serta kebudayaan. 

Tingginya tingkat partisipasi pemilih di DIY juga menjadi tantangan bagi KPU selaku penyelenggara. Apakah cukup dengan masyarakat datang ke TPS atau mereka benar-benar paham dengan politik. Salah satunya sikap kritis terhadap wakil rakyat yang sudah mereka pilih.

"Ini menjadi tantangan kami ke depan. Angka partisipasi pemilihnya sudah besar, namun apakah sudah diimbangi dengan kualitas pemilih. Dengan harapan kualitas demokrasi ke depan juga bisa lebih baik," kata Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan.(Awh)

BERITA REKOMENDASI