Fasilitas Bagi Penyandang Disabilitas Butuh Perbaikan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah fasilitas bagi penyandang disabilitas di Kota Yogya dinilai masih membutuhkan perbaikan. Khususnya yang berada di area publik maupun perkantoran. Meski demikian, jika dibanding kota lainnya, fasilitas yang ada di Kota Yogya jauh lebih baik.

"Kota Yogya memang sudah lebih baik dibanding daerah lain. Tapi berbagai fasilitas ternyata belum sepenuhnya bisa terakses dengan baik sehingga masih butuh perbaikan," jelas Program Officer Organisasi Harapan Nusantara (Ohana) Didik Yudianto, usai melakukan survei bersama sejumlah penyandang disabilitas.

Survei tersebut dilakukan di jalur pedestrian Jalan Suroto Kotabaru serta gedung perkantoran di kompleks Balaikota Yogya. Beberapa penyandang disabilitas yang ikut serta ialah tuna netra, low vision, pengguna kursi roda, tuna wicara maupun tuna rungu.

Hasil survei itu selanjutnya diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Sosial. Beberapa perbaikan itu di antaranya landasan untuk pengguna kursi roda yang tidak curam, guiding block permanen serta running text di perkantoran publik.

Sedangkan ruang publik yang sudah aksesabel bagi penyandang disabilitas ialah Malioboro dan Jalan Suroto. Sementara Kepala DPUPKP Kota Yogya Agus Tri Haryono, mengatakan Pemkot memiliki komitmen kuat untuk menyediakan akses bagi penyandang disabilitas di seluruh fasilitas umum. Dalam penyediaan akses bagi penyandang disabilitas ini, Pemkot mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 30 Tahun 2006, yaitu mengutamakan keselamatan, kemudahan, kegunaan dan kemandirian.

Selain itu, Pemkot juga akan menyiapkan peraturan walikota (perwal) untuk mengatur pembangunan gedung yang ramah bagi disabilitas. Terhadap gedung pemerintah yang dibangun pada 2015 atau lebih, sudah dilengkapi dengan fasilitas atau akses bagi penyandang disabilitas.

"Sudah ada aturan teknis untuk desain akses bagi penyandang disabilitas. Kami mengacu pada aturan itu. Ada atau tidak ada penyandang disabilitas yang menggunakan, penyediaan akses ini tetap harus dipenuhi," jelasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI