Fatayat NU Tegaskan Perempuan Garda Depan NKRI

YOGYA, KRJOGJA.com – Perempuan masih sering berada di ruang senyap. Keberadaannya kadang terlupakan bahkan dilupakan. Tapi di era saat ini, perempuan harus berada di depan, terlebih dalam menjunjung NKRI dan Pancasila. 

Hal tersebut ditegaskan GKR Mangkubumi saat menghadiri Harlah ke-68 Fatayat NU di  yang digelar di Gedung Wana Bhakti Yasa Yogyakarta, Minggu (29/04/2018). Kegiatan yang digelar PW Fatayat NU DIY ini juga sekaligus memperingati Harlah ke-63 IPPNU. 

Dalam kesempatan tersebut juga digelar pengajian akbar, ikrar kebangsaan perempuan DIY serta Grandfinal Pemilihan Duta Santri 2018. Ikrar kebangsaan perempuan dilakukan wakil berbagai organisasi, termasuk dari kalangan lintas iman.

"Ikrar keabangsaan perempuan merupakan upaya meneguhkan kesetiaan perempuan di DIY pada Pancasila dan NKRI. Tentunya lahir setelah ada refleksi mendalam akan situasi kekinian di Yogyakarta dan Indonesia," ujar GKR Mangkubumi.

Ketua PW Fatayat NU DIY Khotimatul Husna menjelaskan, kegiatan ini sebagai awal yang baik untuk memulai sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Menurutnya, perempuan sebagai agen perdamaian juga harus bersinergi guna mewujudkan Indonesia yang toleran, berkeadilan, moderat dan bersahabat. (Feb)

BERITA REKOMENDASI